Dark/Light Mode

Debat Ecek-ecek Kembali Tersaji

Sandiwara Uno Dilawan Poster Raja Jawa

Sabtu, 15 Desember 2018 07:35 WIB
Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin, Erick Thohir yang ikut berkomentar soal kasus Cawapres 02, Sandiaga Uno. (Foto: IG @erickthohir)
Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin, Erick Thohir yang ikut berkomentar soal kasus Cawapres 02, Sandiaga Uno. (Foto: IG @erickthohir)

RM.id  Rakyat Merdeka - Penolakan Sandiaga Uno di pasar Labuan Batu Sumatera Utara, Selasa (11/12) lalu menjadi polemik. Kubu Prabowo tidak terima bila penolakan itu disebut playing victim. Kasus poster ‘Raja Jawa’ hingga ‘kebohongan Ratna Sarumpaet’ kembali diungkit-ungkit.

Paska kasus penolakan itu, di jejaring Twitter malah muncul tagar #sandiawarauno. Tagar itu menuding, bila kasus Sandi hanya sandiwara saja. Kubu Jokowi pun sependapat dengan tagar tersebut. “Tak terpikirkan sama sekali berkampanye menggunakan cara-cara rekayasa playing victim seperti yang dituduhkan itu,” ucap Direktur

Baca juga : Karangan Bunga Berjejer Di Kantor PT Istaka Karya

Pencapresan PKS, Suhud Alynudin dalam keterangannya, kemarin. Suhut menyebut, bila tagar yany sempat ramai di Twitter itu justru dimainkan pihak lawan. Justru di menyinggung soal poster ‘Raja Jawa’ yang sempat viral bulan lalu. “Jangan lupa kasus Pak Jokowi berpakaian ala raja Jawa yang dituduhkan sebagai ‘fitnah’ pihak lawan. Ternyata yang melakukan pemasangan kawan mereka sendiri,” ungkap Suhud.

Juru Bicara Prabowo-Sandi, Andre Rosiade mengaku aneh bin ajaib dengan tudingan tersebut. Menurutnya tidak mungkin Sandiaga bersandiwara karena di lokasi kampanye tersebut banyak media massa yang meliput. “Ya jadi gini agak lucu bin ajaib, dituding main sandiwara, wartawan lengkap loh di sana. Kalau kita main drama harusnya ada wartawan yang melihat,” ujar Andre.

Baca juga : 2 Jenazah Lion Air JT610 Kembali Teridentifikasi, Salah Satunya Pegawai Pajak

Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Erick Thohir ikut berkomentar soal kasus Sandi tersebut. Erick mengingatkan Sandi untuk berhenti bermain sinetron.  “Kemarin juga ada isu di Sumut poster, ternyata yang masang grupnya sendiri, ini kan bagaimana? Kita musti bedain pemilu sama sinetron, musti kita bedain,” kata Erick.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.