Dark/Light Mode

Erick Thohir Ubah Strategi Kampanye

Yusril Makin Klop Di No.01

Jumat, 14 Desember 2018 11:39 WIB
Tim Kampanye Nasional Jokowi Maruf, Erick Thohir (tengah) . (Foto; IG @erickthohir)
Tim Kampanye Nasional Jokowi Maruf, Erick Thohir (tengah) . (Foto; IG @erickthohir)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf akan mengubah strategi permainan. Bila sebelumnya bertahan, kini TKN akan menyerang. Semua merugikan Jokowi-Ma’ruf, akan dilaporkan ke pihak-pihak berwenang.

Selama tiga bulan kampanye, serangan yang dilontarkan pada Jokowi-Ma'ruf diklaim kian masif. Bahkan, berbagai laporan juga dilayangkan pada paslob 01. Laporan yang dianggap cuma mengada-ada.

“Karena kemarin kami sudah diserang, bahkan ada kampanye PKI segala. Jadi mau tidak mau kita harus ofensif sekarang,” kata Ketua TKN Erick Thohir di Hotel Acacia, Jakarta, kemarin.

Baca juga : Langkah Strategis Sektor Transportasi 2019

Pernyataan Erick disampaikan dalam pembukaan Rakernas Divisi Hukum dan Advokasi TKN Jokowi-Ma'ruf. Selain Erick,  Sekretaris TKN Hasto Kristoyanto hingga kuasa hukum Jokowi-Ma'ruf, Yusril Ihza Mahendra hadir dalam acara tersebut. Erick juga menyoroti banyaknya laporan ke Bawaslu pada paslon 01. Padahal, laporan itu, disebutnya cuma mengada-ada dan cari-cari celah kesalahan aja.

"Selama ini kami lihat kami terus yang dilaporin terus. Sudah gitu mending yang dilaporin bener, yang dilaporin kebanyakan yang disalah-salahin," kata Erick.
Menurutnya, di sisa waktu kampanye ini, TKN tidak bisa lagi defensif. Seluruh organ pemenangan, harus mulai agresif menyerang. Termasuk menangkal kampanye hitam yang menjelekkan Jokowi-Ma'ruf.

Kalau hanya bertahan dan bersabar, Erick khawatir akan berdampak negatif. Rakyat bisa percaya dengan sandiwara politik yang dimainkan pihak lawan. Gantian menyerang, harus mulai dilakukan.
"Semua buktinya, faktanya ada, jangan sampai nanti kami dianggap melakukan hal-hal yang enggak baik," lanjut Erick.

Baca juga : Erick Thohir: Pak Yusril Tak Ada Deal Politik

Salah satunya adalah kasus E-KTP yang belakangan ditemukan tercecer di beberapa daerah. Kata Erick, kasus ini tak ada hubungannya dengan TKN, dan tak usah dikaitkan dengan mereka.
“Makanya statement saya jelas, bahwa E-KTP harus diusut tuntas. Kenapa, karena nanti kalau Jokowi menang, disangka curang lagi,” ucap mantan ketua Indonesia Asian Games Organizing Committee (Inasgoc) ini.

Hasto Kristiyanto menilai pernyataan Erick merupakan salah satu strategi. Sebagai petahana pihaknya memiliki rekam jejak yang jelas, tim kampanye yang solid, partai politik pengusung, relawan yang mengisi ruang ruang teritorial dengan baik. "Mereka akan bergerak serentak," ungkapnya. 

Hasto mencontohkan, Golkar dan PDIP yang bergerak bersama sama. Golkar ke aceh, PDIP bergerak ke Sumatera Utara. PKB melakukan konsolidasi internalnya. Demikian pula PPP melakukan penggalangan di basis basis teritorial. Sehingga melakukan langkah konsolidasi bersama-sama menggalang masyarakat.  "Setiap Sabtu-Minggu menjadi momentum pergerakan seluruh partai. kemudian hari rabu kami lakukan evaluasi dan monitoring," terangnya. 

Baca juga : Dengan Berkarya, Titiek Soeharto Melawan Kekuatan Golkar

Tim hukum se-Indonesia juga pendukung kultural Ma'ruf Amin akan dikumpulkan. Supaya punya cara pandang yang sama dan semua punya tekad untuk tidak main-main dalam pemilu.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.