Dewan Pers

Dark/Light Mode

Perang Rusia-Ukraina

Anis Matta Sebut 5 Dampak Serius, Kelangkaan Pangan Hingga Runtuhnya Sistem Global

Selasa, 15 Maret 2022 06:20 WIB
Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Anis Matta (kiri) dalam acara Cerita Kopi, Politik dan Kopi Itu Berjodoh dengan tema Kupas Tuntas Konflik Rusia vs Ukraina, Minggu (13/3/2022) malam.
Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Anis Matta (kiri) dalam acara Cerita Kopi, Politik dan Kopi Itu Berjodoh dengan tema Kupas Tuntas Konflik Rusia vs Ukraina, Minggu (13/3/2022) malam.

RM.id  Rakyat Merdeka - Ide menjadikan Indonesia sebagai kekuatan 5 besar dunia semakin menunjukkan relevansinya dengan situasi dan kondisi global saat ini.

Demikian ditegaskan Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta menyikapi dampak Perang Rusia-Ukraina yang hingga kini belum juga menemukan titik perdamaian.

Anis Matta mengatakan, krisis global menjadi pembahasan utama di Partai Gelora. Sebab konflik yang terjadi saat ini akan berlangsung lama, serta berdampak secara vertikal dan horizontal.

"Bisa berlanjut pada krisis kepemimpinan global, termasuk di Indonesia," kata Anis Matta dalam keterangannya, Senin (14/3/2022).

Berita Terkait : G20 Fokus Kerja Sama Politik Bukan Jadi Panggung Politik

Menurut Anis Matta, sejak awal pandemi Covid-19 dua tahun lalu, ia sudah mengingatkan akan terjadi krisis yang sifatnya sistemik dan akan memakan waktu lama atau berlarut.

Bahkan ia juga telah menjelaskan mengenai rute dari krisis tersebut, setelah pandemi akan ada krisis ekonomi. Kemudian berlanjut ke krisis sosial dan politik, serta terjadinya perang supremasi.

"Satu persatu-satu sekarang menjadi kenyataan seperti perang Rusia-Ukraina. Dan anehnya saat terjadi, orang tidak menduga," ujar Anis Matta.

Pada bulan lalu, ia ke Hungaria, tetangga Ukraina selama satu bulan. Selama di Hungaria, Anis Matta sempat berdiskusi dengan pengamat politik dan akademisi di sana.

Berita Terkait : Anis Matta: Indonesia Harus Siapkan Skenario Atasi Dampak Ekonomi

Ia sempat menanyakan, "Apakah Rusia akan melakukan invasi Ukraina atau tidak. Mereka semua kompak menjawab tidak. Lalu, ketika saya pulang sampai di sini dan keluar dari karantina, perang terjadi".

Artinya, krisis sekarang penuh dengan ketidakpastian yang tinggi, sehingga susah untuk diramal oleh orang kapan akan berakhir. Tetapi, secara umum trennya dapat dibaca, bahwa krisis global yang terjadi akan lebih dahsyat lagi dari yang kita duga.

"Meledaknya satu persatu seperti gempa tektonik yang saling bersusulan. Mudah-mudahan kehadiran Partai Gelora bisa menjawab krisis yang kita alami. Dari waktu ke waktu kita menemukan relevansinya dan pembuktian di lapangan," tegas Anis Matta.

Anis Mata menilai perang Rusia-Ukraina adalah seperti gong 'Selamat Tinggal Tatanan Dunia Lama dan Selamat Datang Tatanan Dunia Baru'.

Berita Terkait : Ibu Negara Ukraina Olena Zelenska Sebut Rusia Pembunuh Massal

Perang ini membuat inflasi secara global dan naiknya harga-harga komoditas global.

"Inflasi di Amerika Serikat (AS) sekarang sudah 8 persen. Sementara harga minyak dunia sudah tembus 130 dollar AS per barel. Bisa naik lagi sampai 200 dollar AS per barel, dan akan membuat APBN kita semakin defisit," ujarnya.

Perang antara Rusia-Ukraina ini, lanjut Anis Matta, akan menimbulkan lima dampak serius secara global, termasuk yang akan terjadi di Indonesia, apabila tidak diantisipasi bisa berakibat fatal.
 Selanjutnya