Dark/Light Mode

Jumat Depan, PA 212 Mau Gelar Aksi Di MK, TKN Dan BPN Nggak Setuju

Minggu, 23 Juni 2019 15:18 WIB
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko-Ma'ruf mengkritik rencana aksi damai PA 212, pada saat pembacaan putusan sidang sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK), Jumat (28/6).

Direktur Hukum dan Advokasi TKN Ade Irfan Pulungan menyebut, tak ada urgensi untuk melakukan aksi atau demo. "Urgensinya apa? Tidak usah terlalu genit dan berlebihan. Kita kan tidak harus juga selalu membuat kegaduhan," kata Ade kepada wartawan, Minggu (23/6).

Berita Terkait : Ditanya Ancaman Pemidanaan, Bambang Kaget

Ade menilai, aksi itu bakal mengganggu hak orang lain. Salah satunya, ketertiban di jalan. Ade pun meminta masyarakat percaya kepada MK. Dia mengingatkan, di awal persidangan, Ketua MK Anwar Usman sudah memastikan akan menjalankan tugas sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Lembaga tinggi negara itu dijamin patuh kepada hukum, dan tidak akan mudah diintervensi.

"Ini bukan suatu hal yang harus dikhawatirkan. Sampai saat ini, MK masih diakui sebagai lembaga hukum yang benar-benar mampu menuntaskan persoalan hukum dan konstitusi yang ada," tutupnya.

Berita Terkait : Sidang Ditutup Pengajian dan Maaf-maafan, MK = Mahkamah Kekeluargaan

Terpisah, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi juga mengingatkan imbauan Capres 02 agar masyarakat tak perlu melakukan aksi. "Pak Prabowo dengan tegas dan jelas, dan beberapa kali sudah mengimbau dan meminta tidak hadir di MK, karena kecurangan-kecurangan pemilu sudah resmi diajukan kepada MK. Ini tindakan yang sangat benar dan konstitusional," kata Juru Debat BPN Sodik Mujahid, mewanti-wanti.

Kalaupun ada yang melakukan demo, Sodik meminta aparat keamanan tidak perlu alergi dengan aksi unjuk rasa. Aksi perlu disikapi dengan bijaksana. Sebab, kata Sodik, aksi damai ini merupakan hak konstitusi warga negara untuk menyampaikan aspirasi. Ia berharap, aparat keamanan dan para warga yang berdemonstrasi saling menghormati.

Berita Terkait : Diancam Dipidanakan Yusril, Mas Bambang Game Over

"Marilah hal ini kita hadapi sebagai tambahan ujian, pembelajaran atau pembuktian bahwa kita semua sudah makin benar, makin dewasa, dan makin konstitusional dalam bertindak pada jalur dan fungsi masing-masing," pungkasnya. [OKT]