Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Prabowo di KTT BRICS: Indonesia Tidak Suka Didikte Kekuatan Tertentu
- Hari Ke-6, Tim SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal di Selat Sunda
- Telkomsel Luncurkan Halo Optima Hadirkan Kuota Hingga 2.000 GB
- Luka Menalo Kecewa, Igor Tolic Minta Maaf
- Roll To Glory FIFA ASEAN Cup 2026 Meriahkan CFD Jakarta
Sebelumnya
Hal senada diungkapkan Wakil Ketua Umum PAN, Bima Arya. Baginya, ada atau tidak ada reshuffle, PAN tetap berada di barisan Pemerintah. “PAN tetap bagian dari Pemerintahan, apapun itu,” ujar Bima, di kompleks wakil rakyat, Senayan, Jakarta, Rabu (6/4).
Walikota Bogor, Jawa Barat ini mengamini adanya komunikasi Ketua Umum Zulkifli Hasan dengan Presiden Jokowi. Terlebih, PAN merupakan salah satu partai koalisi Pemerintah. Namun, Dia tidak mengetahui lebih dalam. “Saya nggak bisa pastikan apakah sudah berbicara soal posisi menteri atau tidak,” ujarnya.
Baca juga : Airlangga Ngarep Bantuan Tunai Jadi Kado Indah Hari Nelayan Nasional
Sementara Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin menganalisa, sulit bagi PAN mendapatkan jatah menteri.
“Bisa jadi hanya PHP. Mungkin dulu dijanjikan 1 menteri dan 1 wamen, tapi kenyataannya masih zonk. Bisa saja apa yang dijanjikan dengan kenyataan berbeda,’’ ujar Ujang kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Baca juga : Terawan Selamat Apa Kali Ini Tamat
Dosen Universitas Al Azhar ini menganalisa, jika PAN tidak mendapatkan posisi menteri, artinya bargaining PAN kecil di mata Jokowi. “Jika bargaining-nya tinggi, kalau koalisi ya diganjar kursi menteri. Kalau memang harus gigit jari, harus diterima. Karena itu konsekwensi berpolitik,” pungkasnya.
Direktur Eksekutif Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (SIGMA) Hendra Setyawan memprediksi PAN akan mendapatkan posisi menteri. “Menurut Saya dapatlah satu Menteri plus Wamen,” ujar Hendra kepada Rakyat Merdeka, kemarin. [BSH]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya