Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sebelumnya
Sementara, Ketua Relawan Ganjarist, Eko Kuntadhi menilai, serangan terhadap Ganjar hanya tudingan semata. Lantaran sampai saat ini, Ganjar tak pernah menyatakan ingin maju capres meskipun tingkat elektabilitasnya tinggi.
"Soal elektabilitas yang tinggi itu kan karena suara publik. Justru karena publik melihat kinerjanya yang bagus, komunikasinya yang merakyat dan kepemimpinannya yang luwes makanya elektabilitasnya bagus," kata Eko.
Baca juga : Kasihan Anak Kos Kalau Harga Mie Instan Naik
Apalagi, saat ini era informasi terbuka. Informasi soal kinerja Ganjar, dapat diakses secara bebas. Eko kemudian mempertanyakan kinerja Ganjar yang baik ini justru disalahkan. "Masa gara-gara dinilai bagus oleh masyarakat, yang disalahkan Ganjar. Elektabilitas kan nggak bisa dipaksain. Dia lahir dari penilaian publik," cetusnya.
Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah punya penilaian sendiri mengenai serangan elit PDIP ke Ganjar. Menurut dia, ada kesan serangan elit PDIP ke Ganjar hanya skenario dari tim Ganjar. Tujuannya, agar Ganjar terlihat terzalimi dan korban arogansi dari PDIP. Padahal, justru sebaliknya.
Baca juga : Wisata Halal Tak Halangi Gerak-gerik Turis Asing
Kata Dedi, pandangan sebagai korban dilakukan Ganjar untuk menutupi kelemahannya sebagai Gubernur Jateng dalam menghadapi konflik sosial Wadas, tingkat kemiskinan, dan pembangunan infrastruktur. "Jadi memang yang dikritik PDIP terkait Ganjar itu benar. Hanya saja dalam pengupasan politiknya, Ganjar berhasil untuk memanipulasi semuanya sehingga justru Ganjar menjadi pihak yang layak dibela," kata Dedi.
Termasuk dengan kekisruhan yang selama ini muncul. Sebenarnya, kekisruhan itu tidak ada jika diperhatikan dari siklus komunikasi politik yang terbangun. Konflik, kisruh, atau perseteruan itu muncul karena memang dimunculkan pinak Ganjar dan buzzer Ganjar. “Dan inilah risiko politik elektoral kita," pungkas Dedi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya