Dark/Light Mode

Analisa Pengamat Politik

Prabowo Nyapres ❌ Prabowo Gak Nyapres ✔️

Sabtu, 4 Juni 2022 07:53 WIB
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat bertemu dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, Rabu (1/6). (Foto: Putu/RM)
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat bertemu dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, Rabu (1/6). (Foto: Putu/RM)

 Sebelumnya 
Di satu sisi, kalau Prabowo tidak nyapres, Gerindra bisa buntung. Sebab, Pemilu 2024 dilakukan secara serentak. Parpol yang tidak mengusung capres, suaranya bisa rontok.

Karenanya, kata Kacung, Prabowo harus berpikir keras bagaimana caranya agar suara Gerindra tetap tinggi meski dirinya tidak nyapres. "Yang lebih pas adalah, Pak Prabowo mendukung calon lain, tapi suara Gerindra tetap tinggi," tutur dia.

Kacung kasih ide, Prabowo bisa mencoba Anies. Syaratnya, Gubernur DKI Jakarta itu, harus menjadi kader Gerindra dulu. "Kalau tidak (gabung Gerindra), ya tidak otomatis, tapi kalau melihat Pak Anies, kayaknya dia tidak mau masuk partai tertentu. Kalau didukung, baru mau," imbuh Kacung.

Baca juga : Pengamat: Kalau PDIP-Gerindra Pilih Prabowo, Airlangga Cs Bisa Rekrut Ganjar

Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komarudin juga berharap Prabowo memberikan kesempatan kepada generasi penerus. Senior semacam Prabowo, pantasnya jadi king maker.

"Cocoknya memang Prabowo jadi king maker. Jadi king maker lebih terhormat dan lebih mulia. Karena tidak memaksakan diri maju sebagai capres dan membuka jalan bagi yang lain," papar Ujang.

Sementara, Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN) Adib Miftahul menilai, maju atau tidaknya Prabowo tergantung dukungan. Termasuk kemungkinan berkoalisi dengan PDIP. "Kans Prabowo masih terbuka lebar. Duet Prabowo-Puan Maharani bisa terbuka lebar kemungkinan terjadi," ujar Adib.

Baca juga : Prediksi Pengamat Politik, Akan Ada 3 Capres Di 2024

Di kesempatan terpisah, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman memastikan, internal partainya solid mendukung Prabowo untuk kembali maju pada 2024. "Kalau Gerindra tegak lurus, satu komando, kami all out mendukung Pak Prabowo 2024," ucapnya.

Ketua DPD Gerindra Jawa Timur Anwar Sadad menilai, pernyataan Prabowo yang tidak terlihat ngotot adalah bentuk kerendahan hati. "Beliau menyebut tidak harus dirinya, itu sebenarnya bentuk kerendahan hati beliau. Beliau itu humble," sanjung Sadad.

Merujuk kepada sejumlah hasil survei, Sadad yakin, bosnya itu akan tetap nyapres dan bisa menjadi the next president. "Bisa dikatakan itu the last battle dan komitmen kader Gerindra Jatim bekerja keras mengantar beliau sebagai presiden. Kader selalu menyuarakan Pak Prabowo agar maju sebagai capres," ucap Wakil Ketua DPRD Jatim itu.■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.