Dewan Pers

Dark/Light Mode

Pilihan Untuk Prabowo: Ikut NasDem Atau Duet Dengan Imin

Sabtu, 18 Juni 2022 07:51 WIB
Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto (Foto: Instagram Prabowo)
Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto (Foto: Instagram Prabowo)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pilihan Prabowo Subianto dalam berkoalisi di Pilpres 2024 semakin terbatas. Peluangnya bergandengan tangan dengan PDIP kecil, karena sama-sama ingin mengajukan capres. Gabung dengan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) juga sulit, karena Golkar Cs sudah punya cukup suara untuk mengajukan capres sendiri.

Kini, pilihan Prabowo tinggal dua. Ikut dengan NasDem, yang tadi malam sudah mengeluarkan rekomendasi capres, atau berpasangan dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Imin, yang sudah beberapa kali menawar-nawarkan diri menjadi cawapresnya.

Peta politik menuju Pilpres 2024 mulai kelihatan titik-titik terangnya. Partai-partai mulai melakukan manuver. Ada yang langsung merapatkan barisan dengan membentuk koalisi, ada juga yang masih pedekate.

Tiga parpol yang langsung merapatkan barisan adalah Golkar, PAN, dan PPP, yang membentuk KIB. Lalu, PKB dan PKS langsung memamerkan kemesraan dan berencana meresmikan Koalisi Semut Merah. Yang terbaru, NasDem mengumumkan nama-nama capres yang direkomendasikan untuk diusung di Pilpres hasil Rakernas, yang diumumkan tadi malam. Tiga nama itu adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.

Sementara, PDIP masih tetap santai. PDIP tidak banyak melakukan manuver, karena sudah memegang tiket untuk bisa mengajukan capres sendiri.

Berita Terkait : Elektabilitas Prabowo Jauh di Atas Ketum Parpol Lain

Lalu, bagaimana dengan Gerindra? Partai yang dipimpin Prabowo itu, terlihat masih jaim alias jaga image. Gerindra berusaha santai, tidak melakukan manuver berarti. Padahal, Gerindra tak seperti PDIP, yang sudah bisa mengusung capresnya sendiri. Gerindra harus berkoalisi minimal satu partai agar bisa mengusung capres. Namun, dengan peta yang sudah terbentuk tadi, ruang gerak untuk berkoalisi menjadi lebih sempit.

Ketua Harian Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menyatakan, pihaknya juga siap berkoalisi. Namun, koalisi yang ingin dibentuk Gerindra adalah yang menyeluruh dengan pembangunan Indonesia.

"Kita pengin koalisinya nggak cuma Indonesia Bersatu. Kalau bisa koalisinya Indonesia Raya," kata Dasco, dalam kutipan video wawancara dengan Akbar Faisal, di akun Instagram  miliknya, @sufmi_dasco.

Kapan koalisi Indonesia Raya itu terbentuk? Dasco bilang, lihat saja. Yang jelas, pihaknya terus melakukan komunikasi dengan partai-partai.

Saat disinggung soal partai lain yang sudah membentuk koalisi, Dasco jawab enteng. “Sekarang bulan apa ya, tahun berapa?” ucapnya, sambil tertawa.

 

Berita Terkait : Anies Lebih Menyengat

Meski belum punya tiket dan belum berkoalisi, Gerindra justru sudah menyiapkan nama cawapres untuk Prabowo. Sekjen Gerindra Ahmad Muzani mengungkapkan, partainya sudah mengantongi beberapa nama tokoh yang bakal dipasangkan dengan Prabowo.

"Sampai sekarang cawapres Pak Prabowo adalah nama-nama terbaik, memiliki prestasi, dedikasi bagus. Kami bersyukur, kami memilah, memilih sehingga semua nama-nama itu nama yang berprestasi baik," ujar Muzani, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, kemarin.

Ia mengungkapkan, dalam waktu dekat ini partainya juga akan mendeklarasikan Prabowo sebagai capres.

Lalu, dengan siapa Gerindra akan berkoalisi? Pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio mengatakan, kalau melihat peristiwa politik belakangan ini, arah koalisi Prabowo mengarah ke dua parpol. Yaitu ke PDIP dan NasDem.

Peristiwa politik yang dimaksud itu adalah bagaimana Prabowo selalu menjaga komunikasi dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. Selain itu ada peristiwa politik saat Prabowo menyambangi markas NasDem.

Berita Terkait : Relawan GP Prediksi Rakernas PDIP Restui Duet Ganjar Puan di 2024

"Kalau melihat dua parpol ini, juga belum berkoalisi. Jadi, sepertinya kedua parpol ini yang akan didekati Prabowo. Bukan KIB ataupun Semut Merah," kata Hendri, saat dikontak Rakyat Merdeka, tadi malam.

Soal peluang Prabowo berduet dengan Imin di Pilpres nanti, Hendri melihat, kecil kemungkinannya. Dia paham, di beberapa daerah, deklarasi Prabowo-Imin sudah bermunculan. Namun, Prabowo tak merespons hal itu.

Hendri melihat, Prabowo masih menunggu sikap PDIP dan NasDem. Sebab, dua partai itu juga belum menentukan sikap berkoalisi dengan partai mana.■