Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Duet Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar kian serius.
Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid mengatakan, akan ada pertemuan lanjutan. Bahkan kedatangan tamu baru dari PKS. PKB dan PKS memang telah berencana membentuk Koalisi Semut Merah.
Menurut Gus Jazil, sapaan Jazilul Fawaid rencana pertemuan tersebut bakal segera diagendakan untuk membahas soal koalisi dalam Pemilu 2024.
Baca juga : PKB: Pertemuan Prabowo-Muhaimin Dasarnya Suka Sama Suka
"Waktunya kapan belum tahu. Perlu komunikasi dulu lah. Pada level kita ya. Apakah nanti para ketua umum, atau ketua majelis syuranya mau duduk bareng? Ada Pak Muhaimin, Pak Prabowo, itu soal yang lain," kata Gus Jazil, Senin (20/6).
Menurut Jazil, pertemuan bisa dilakukan kapan saja jika bukan antarketua umum. Apabila level ketua umum, maka penentuan waktunya tidak bisa terburu-buru. "Nggak bisa cepat," ungkapnya.
Semua partai pasti ingin mengajak koalisi karena atas dasar saling butuh. Termasuk juga dari PKB yang pasti membutuhkan partai lain untuk mengusung calon presiden.
Baca juga : PKB Klaim Demokrat Merapat Ke Koalisi Semut Merah
"Kalau nggak nanti jomblo, kecuali kalau PDIP pasti karena cukup kursinya. Mungkin butuh mungkin tidak," ujar dia.
Yang jelas, tegas Wakil Ketua MPR itu, saat ini mandat dari hasil Muktamar PKB menyatakan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sebagai calon presiden. Namun, setelah pertemuan dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dua hari lalu, Jazil mengatakan Cak Imin menjadi calon wakil presiden.
Dia mengatakan, hal itu hasil dari kompromi dengan Gerindra. Selain itu, beber Jazil, ada opsi-opsi lain yang dibuka pada pengusungan calon presiden dalam koalisi.
Baca juga : Geber Dong Sosialisasi Pemilu
"Tetap mengusung Pak Muhaimin menjadi calon presiden. Mana yang lebih mudah menerima, itu yang lebih mudah untuk komunikasi. Tetapi karena kompromi, kita buka opsi-opsi, termasuk dengan Gerindra," tuturnya. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya