Dark/Light Mode

PDIP Batasi Peluang Koalisi

Capresnya Jangan Muka Lama Dong, Bosan Ah...

Sabtu, 25 Juni 2022 07:55 WIB
Direktur Eksekutif Trias Politika Indonesia Agung Baskoro. (Foto: Twitter)
Direktur Eksekutif Trias Politika Indonesia Agung Baskoro. (Foto: Twitter)

 Sebelumnya 
“Pendorong koalisi itu presidential threshold untuk calon presiden. Kalau Ibu mau konsisten, threshold itu harus ditiadakan. PDIP mesti pelopornya,” saran dia.

Akun @Lubis_Jhony berharap ada 3 kadidat capres pada Pemilu 2024. Dengan begitu, situasi menjadi seru dan banyak pilihan. Dia berharap, aturan presidential threshold sebesar 20 persen bisa diturunkan.

“Agar tercipta banyak pilihan bukan sekadar formalitas pilpres karena didominasi capres dari koalisi parpol besar. Bosan kalau pilihan capres hanya muka lama,” kata dia.

Baca juga : Gerindra Dan PKB Buka Pintu Koalisi Kebangkitan Raya, Yang Mau Masuk Silakan...

Sementara, @Bahrum_Achmadi menuding PDIP sangat sombong karena tidak mau koalisi dengan Partai Demokrat dan PKS dalam Pemilu 2024.

“Ora koalisi sama PDIP ora patheken,” sahut @Matinokhairudi2. “Kamu pikir Partai Demokrat sama PKS mau koalisi sama PDIP?” tambah @ali_merdeka24.

Akun @AdolfElvis tidak mempermasalahkan PDIP menolak koalisi dengan Demokrat. Partai Demokrat bukan partai yang mengekploitasi wong cilik.

Baca juga : Bunga Melati Pemalang Warnai Pengembangan Kampung Florikultura

“Partai Demokrat sulit bisa bekerja sama dengan partai yang mengeksploitasi rakyat miskin dan terbelakang, untuk komoditas politik kekuasaannya,” tambah @RasyidMuchtar.

Akun @isari68 menegaskan, Partai Demokrat tentu berbeda dengan PDIP. Kata dia, Partai Demokrat membawa suara rakyat yang mau perubahan pada tahun 2024, baik di bidang politik dan ekonomi dengan Presiden baru.

“Partai Demokrat tidak akan mengeksploitasi label kelas kel­ompok masyarakat dalam berpolitik,” tegas @syahrial_nst.

Baca juga : Butuh Kesadaran Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah

“Koalisi partai dalam pemilu selama ini cuma buat arisan bagi-bagi jabatan dan nguras uang negara buat kepentingan sendiri,” tandas @Makeover_hds. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.