Dewan Pers

Dark/Light Mode

Ditinggal PBNU, Berantem Dengan Keluarga Gus Dur

Pendukung Imin Bisa Berkurang Banyak

Selasa, 28 Juni 2022 07:01 WIB
Yenny Wahid dan Muhaimin Iskandar. (Foto: Ist)
Yenny Wahid dan Muhaimin Iskandar. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin harus putar otak sangat keras kalau tak ingin pendukungnya di Pemilu 2024 nanti berkurang banyak. Soalnya, saat ini, Cak Imin sedang tidak baik-baik saja hubungannya dengan Pengurus Besar NU (PBNU), juga masih berantem dengan keluarga Gus Dur.

Imin sudah lama bersitegang dengan Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf. Belum ada tanda-tanda mereka akan rangkulan. Di saat seperti ini, Imin malah berantem dengan Yenny Wahid, putri Gus Dur.

Perang Imin dan Yenny makin panas. Setelah menyinggung soal capres elektabilitas rendah dan bahas soal etika, kemarin Yenny membongkar kelakuan Imin yang memecat Gus Dur dari PKB.

"Saya hanya ingin meluruskan sejarah. Di mana saat ini seolah-olah ada upaya menghapuskan sejarah PKB, seolah-olah Gus Dur itu masih berada di PKB. Banyak masyarakat yang tidak memahami bahwa Gus Dur, lewat Muktamar Ancol, Gus Dur sebagai pendiri PKB telah dikeluarkan dari PKB," beber Yenny.

Peristiwa itu, kata dia, seharusnya menjadi pembelajaran politik bagi masyarakat. Sayangnya, kejadian itu seakan tidak ada. Padahal, Gus Dur merupakan salah satu pendiri PKB yang diperlakukan tidak pantas oleh Imin.

Berita Terkait : Imin Rayuannya Nggak Laku

"Kalau terhadap pendiri partai saja diperlakukan seperti itu, tentu kita khawatir bagaimana nanti akan memperlakukan rakyat, mendengarkan suara aspirasi, memperjuangkan kepentingan mereka. Kira-kira begitu sih itu yang menjadi keprihatinan saya," sindir Yenny.

Kata Yenny, saat ini PKB dikelola dengan sangat berdasarkan paranoid. Menurut dia, banyak tokoh senior PKB yang dulu membangun PKB bersama Gus Dur dikeluarkan dari partai. Bahkan, Imin memecat teman-temannya sendiri dari partai.

"Ini ibaratnya PKB digembok dari dalam, semua kader senior nggak masuk, semua. Tokoh-tokoh semua, Pak Mahfud MD, Pak Ali Masykur, itu banyak sekali tokoh yang bahkan sebagian hijrah ke partai lain, tapi hatinya tetap di PKB. Cuma ya itu dikunci dari dalam," kesal Yenny.

Seperti diketahui, hubungan Imin dengan keluarga Gus Dur kurang harmonis sejak lama. Hal itu terjadi sejak Imin menguasai PKB pada 2008. Muktamar Luar Biasa (MLB) yang digelar di Hotel Mercure Ancol, memutuskan Imin kembali duduk sebagai Ketua Umum PKB setelah dipecat Gus Dur.

Imin langsung mendepak Yenny dari jabatan Sekretaris Jenderal PKB dan menunjuk Lukman Edy sebagai penggantinya. Posisi Gus Dur sebagai Ketua Dewan Syuro juga digantikan KH Aziz Mansyur.

 

Berita Terkait : Syarief Hasan Dicurhati Meroketnya Harga Sembako

Perang dengan Yenny, menambah musuh Imin. Sebelum panas dengan Yenny, Imin juga berkonflik dengan Ketua PBNU Yahya Cholil Staquf. Gus Yahya tidak ingin NU dijadikan alat politik PKB. Imin pun membalasnya. Kata dia, pernyataan Gus Yahya tidak akan berpengaruh pada PKB.

Bahkan, Imin langsung menyerang Gus Yahya Cs dengan mengunggah sebuah foto santri memakai kaus bertuliskan 'Warga NU Kultural Wajib ber-PKB. Struktural, SAKAREPMU!' pada Senin (16/5). Tak tinggal diam organisasinya sering dijadikan alat manuver, Gus Yahya balik nyerang Imin. "Warga NU wajib bahagia, PKB sekarepmu".

Apakah perang Imin dengan Yenny dan PBNU akan menggerus suara pendukung Imin dan PKB? Direktur Eksekutif Indo Barometer, Muhammad Qodari mengatakan, konflik Imin dan keluarga Gus Dur bukan hal baru. Menurut dia, konflik keduanya berdampak pada konsolidasi PKB menghadapi pemilu.

"Seingat saya, suara PKB mengalami penurunan signifikan. Dari 10 persen di Pemilu 2004 menjadi 5 persen di Pemilu 2009,” ujarnya, kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.

Nah, dengan ditambah adanya konflik dengan PBNU, kata dia, tentu akan berdampak pada suara PKB. Apalagi, PKB selama ini pemilihnya banyak dari NU.

Berita Terkait : Dubes Jepang Beri Penghargaan Kepada Eks Direktur Eksekutif PPIM UIN Jakarta

Lalu apa kata PKB soal konflik Imin? Waketum PKB Jazilul Fawaid menganggap, isu PKB Gus Dur dan PKB Cak Imin sudah selesai. PKB enggan membahas kembali persoalan yang telah lampau, karena sudah menjadi memori masa lalu.

Soal konflik Yenny dan Imin, kata dia, akan mereda dan selesai dengan sendirinya. PKB tidak akan terpengaruh dengan adanya saling sindir Yenny dan Imin. Ia memastikan, PKB yang saat ini dipimpin Imin sudah solid. "Nggak ngaruh. Kami Solid untuk melakukan kerja kerja produktif untuk kebesaran PKB," cetusnya.