Dewan Pers

Dark/Light Mode

Riset Charta Politika Indonesia

Mayoritas Publik Tak Setuju, Prabowo Dijodohin Sama Jokowi

Kamis, 22 September 2022 17:02 WIB
Riset Charta Politika Indonesia Mayoritas Publik Tak Setuju, Prabowo Dijodohin Sama Jokowi

RM.id  Rakyat Merdeka - Mayoritas publik menyatakan tidak setuju, jika Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto berpasangan dengan Jokowi di Pilpres 2024.

Kesimpulan ini diwakili oleh 57 persen responden dalam survey terkini Charta Politika Indonesia, yang dirilis pada Kamis (22/9).

Yang setuju, hanya 31,2 persen. Sementara yang tidak setuju atau tidak menjawab, tercatat 11,7 persen.

Survei Charta Politika Indonesia ini dijalankan pada 6-13 September 2022. Dilakukan dengan wawancara tatap muka (face to face interview), dengan metode multistage random sampling dan margin of error 2,82 persen.

Berita Terkait : Ganjar-Erick, Duet Terkuat

Riset ini melibatkan 1.220 sampel di seluruh kelurahan/desa di Indonesia, dengan kriteria responden minimal 17 tahun ke atas atau sudah memenuhi syarat pemilih. Quality control mencakup 20 persen dari total sampel. 

Wacana Cawapres

Belakangan ini, wacana pencalonan Prabowo-Jokowi di Pilpres 2024 memang berhembus cukup kencang. Prabowo jadi Capres-nya. Jokowi Cawapres-nya.

Terlebih, setelah Juru Bicara Mahkamah Konstitusi (MK) Fajar Laksono mengatakan, secara normatif, presiden yang telah menjabat dua periode bisa mencalonkan diri sebagai wakil presiden untuk periode berikutnya.

Berita Terkait : Bamsoet Ajak Puteri Anak dan Remaja Indonesia Bali Sebarkan Vaksin Ideologi

Namun, pernyataan ini kemudian dibantah MK.

"Pernyataan mengenai isu dimaksud bukan merupakan pernyataan resmi, dan tidak berkaitan dengan pelaksanaan kewenangan Mahkamah Konstitusi RI," demikian keterangan tertulis dari Humas MK, Kamis (15/9).

Dibantah Jokowi

Presiden Jokowi menegaskan, wacana pencalonan dirinya sebagai Wakil Presiden dalam Pilpres 2024, bukan berasal dari dirinya.

Berita Terkait : Sore Ini Lawan Persikabo, PSIS Ogah Ngandelin Para Bintang

"Kalau dari saya, saya terangkan. Kalau bukan dari saya, saya ndak mau terangkan. Itu saja, terima kasih," kata Presiden Jokowi kepada wartawan di Istana Merdeka Jakarta, Jumat (16/9).

"Sejak awal saya sampaikan, yang menyiapkan ini bukan saya. Urusan tiga periode sudah saya jawab. Begitu dijawab, muncul lagi yang namanya perpanjangan. Itu juga saya jawab. Ini muncul lagi jadi wapres, itu dari siapa?" tanya Presiden ke-7 RI itu. ■