Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Capres Banteng Diumumin Juni 2023
Sinyal Kuatnya Ke Puan, Ganjar Harap Ikhlas Ya..!
Kamis, 13 Oktober 2022 08:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PDI Perjuangan berencana mengumumkan calon presiden (capres)-nya pada Juni 2023. Ada dua nama yang digadang-gadang sebagai Capres Banteng. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan Ketua Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan Puan Maharani. Namun, yang diberi mandat berkomunikasi politik dengan partai lain hanya Puan.
Bagi Relawan Ganjar Pranowo (GP) Mania hal ini tidaklah adil. Jagoannya seperti dianaktirikan. Kakinya dirantai, tak bebas bergerak. ”Sekarang ini, kaki Ganjar diikat. Sementara Puan Maharani bebas melakukanapa saja bahkan secara tidak langsung menyatakan dirinya sebagai calon presiden (capres) dari PDI Perjuangan,” kata Ketua Umum GP Mania, Immanuel Ebenezer kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Pria yang akrab disapa Noel itu menyambut baik rencana PDI Perjuangan mengumumkan Capresnya pada Juni 2023. Dia usul, seluruh kader potensial boleh mengaktualisasikan dirinya sebelum dilakukan pengumuman. Sehingga ada persaingan sehat, dan yang dipilih adalah yang punya elektabilitas tertinggi. “Ingat, ada coattail effect (efek ekor jas). Kalau pilih kader yang mempunyai elektabilitas tertinggi, maka partai juga diuntungkan,” ujarnya.
Baca juga : Ini 5 Sinyal Kuat Kebangkitan Penerbangan Di Bandara AP II
Noel menduga, mayoritas kader PDI Perjuangan tidak berani bersuara mengenai elektabilitas Puan yang berat dikerek. Selain itu, branding Puan juga kurang berjalan maksimal.
Menurutnya, jika bukan Ganjar yang menjadi Capres PDI Perjuangan, dikhawatirkan akan banyak pemilih muda yang menjadi pemilih mayoritas pada Pemilu 2024 meninggalkan Partai berlogo Banteng Moncong Putih itu.
“PDI Perjuangan adalah jawara Senayan, tiga kali berturut-turut menang. Lihat Partai Gerindra, Prabowo Subianto telah memberi efek ekor jas yang sungguh-sungguh kepada Gerindra. Cobalah adil dan beri kesempatan kader yang bisa membawa partai menang kembali. Yang bisa gaet suara milenial dengan maksimal,” pintanya.
Baca juga : “Ora Ganjar Ora Ndukung” Langsung Dikampanyekan
Sementara itu Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin menilai, rencana Banteng mengumumkan capresnya Juni 2023 cukup terukur. Masih ada 4-5 bulan bagi partai dan koalisi, menuju pendaftaran Pemilu 2024.
“Kalau dilihat dari sini, arahnya memang Puan yang akan diajukan. Prioritas partai kepada anak ideologis dan biologis Bung Karno. Apalagi pengumumannya pas dengan Bulan Bung Karno. Ini simbol politik yang apik,” kata Ujang kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengungkapkan, partainya akan mengumumkan Capres pada Juni 2023. “Kalau kita lihat pengalaman, Pak Jokowi diumumkan 6 Maret 2014 oleh Ibu Mega. Dan pemilunya bulan Juni 2014. Sehingga kalau analoginya begitu, ya kira-kira Juni tahun depan, pas Bulan Bung Karno. Tetapi Ibu Mega meminta semua bersabar,” kata Hasto saat menjadi pembicara di Fisipol UGM Yogyakarta, Senin (10/10).
Baca juga : Prabowo & Ganjar Jangan Geer Dulu
Adapun soal siapa yang akan diusung, Hasto menegaskan, hanya Megawati yang tahu dan partai belum berfokus pada penentuan nama. Hasto menambahkan, pemerintahan ke depan, selain memiliki legitimasi secara elektoral, hendaknya mendapat legitimasi dari dukungan di parlemen. “Itu yang kami persiapkan, merancang gabungan partai politik agar pemerintahan lebih efektif,” kata Hasto. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya