Dewan Pers

Dark/Light Mode

Soal Beras Busuk Bansos DKI

Waketum Partai Garuda: Laporkan, Jangan Cuma Ramai Di Medsos Saja

Selasa, 24 Januari 2023 13:38 WIB
Waketum Partau Garuda Teddy Gusnaidi. (Foto: Ist)
Waketum Partau Garuda Teddy Gusnaidi. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Viral di media sosial (medsos) temuan 1.000 ton beras untuk bansos Covid-19 di DKI Jakarta yang membusuk dan berwarna kuning di sebuah gudang.

Wakil Ketua Umum Partai Garuda Teddy Gusnaidi meminta temuan itu dicermati terlebih dahulu.

"Apakah benar ada korupsi beras Bansos DKI tahun 2020 senilai Rp 2,7 triliun? Atau apakah ada pihak yang tidak melaksanakan tugas mendistribusi? Ini dua hal yang berbeda," ujar Teddy, Selasa (24/1).

Berita Terkait : Partai Garuda: Tunggu Saja Putusan MK

Dia menjelaskan, jika laporan pembelian beras ada tapi barangnya tidak ada, atau barangnya ada tapi disalurkan ke tempat lain untuk mendapatkan keuntungan, itu termasuk tindak pidana korupsi.

"(Tapi) kalau temuan ini temuan barang, bukan temuan bukti pembelian. Jadi mau permasalahkan yang mana?" tanya dia.

Untuk mengungkapnya, Teddy meminta pihak yang menemukan temuan ini untuk melaporkannya. Tapi, harus jelas yang hendak dilaporkan.

Berita Terkait : Partai Garuda: Itu Hak Dan Kewenangan Presiden

"Yang membuka awal, harus jelas mau melaporkan apa? Apakah dugaan korupsinya atau dugaan tidak melaksanakan tugasnya? Kalau korupsinya ke KPK. Kalau tidak melaksanakan tugas (distribusi), ke pihak terkait yang bertanggungjawab atas pendistribusian bansos," tutur pria yang juga menjabat Juru Bicara Partai Garuda itu.

Karena itu dia sepakat dengan KPK yang menyatakan, perlu ada kejelasan terlebih dahulu terkait kasus beras busuk Bansos DKI tersebut.

"Jadi jangan apriori dulu ketika KPK minta para pihak melaporkan, sehingga muncul tudingan-tudingan seolah-olah KPK tidak mau mengusut hal ini. Yang disampaikan KPK benar, KPK tentu butuh kejelasan, ini sebenarnya kasus apa?" beber Teddy.
 Selanjutnya