Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Kelihatannya, NasDem Lelah

Pengamat: Pencapresan Anies Baswedan Di Ujung Tanduk

Jumat, 27 Januari 2023 18:52 WIB
Anies Baswedan dalam kunjungannya ke Aceh. (Foto: Instagram)
Anies Baswedan dalam kunjungannya ke Aceh. (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Lawatan petinggi Partai NasDem ke Sekretariat Bersama (Sekber) Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Menteng, Jakarta pada Kamis (26/1) memunculkan sejumlah spekulasi.

Terutama, bila dikaitkan pencapresan Anies Baswedan yang kini tampak di ujung tanduk.

Siapa pun tahu, NasDem adalah partai pengusung utama Anies Baswedan. Sedangkan Sekber Gerindra dan PKB, disebut siap menjagokan Prabowo Subianto-Muhaimin Iskandar, yang merupakan ketua umum kedua partai, sebagai jagoan utama di Pilpres 2024.

Terkait hal ini, Pengamat Politik Ujang Komarudin melihat, ada dua indikasi dari kunjungan NasDem ke Sekber Gerindra dan PKB.

Pertama, NasDem terlihat mulai lelah memperjuangkan pencapresan Anies Baswedan. Sebab selama ini, koalisi bersama dengan Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) belum juga terbentuk.

Baca juga : NasDem Kalem Aja

"Masih tarik ulur. Entah Demokrat atau PKS yang jual mahal," kata Ujang kepada RM.id, Jumat (27/1).

Kedua, NasDem takut dijauhi kubu Presiden Jokowi.

Kata Ujang, sejak mengumumkan pencapresan Anies, NasDem kerap di-bully dan dikucilkan. "Bahkan, para menteri dari NasDem terancam di-reshuffle," ujarnya.

Sehingga kemudian, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh pun kembali merapat ke kubu Jokowi. Salah satu yang disorot publik adalah pertemuan dengan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Pandjaitan di Eropa, pada medio Desember 2022.

"Dan kemarin, Surya Paloh bertemu empat mata dengan Presiden Jokowi di Istana," ucap Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini.

Baca juga : Melihat Hasil Gebrakan Ganjar Pranowo Majukan UMKM Jateng Lewat Penguatan Akses Permodalan

Sejak itu, Ujang menilai, sikap politisi NasDem mulai melunak terhadap pemerintahan Jokowi. Kalau terus berlanjut seperti ini, pencapresan Anies Baswedan bisa batal.

"Pencapresan Anies di ujung tanduk," cetusnya.

Jika harus memilih, Ujang menyebut, NasDem lebih berpeluang berada di koalisi yang didukung Jokowi. Ketimbang merapat ke Sekber Gerindra dan PKB.

"Sebab kalau ke situ, NasDem tidak akan dapat apa-apa. Tapi, politik itu penuh kejutan. Tak bisa ditebak," jelas Ujang.

Lain Ujang lain Ray Rangkuti. Pengamat politik yang juga pendiri Lingkar Madani ini meyakini, NasDem tetap teguh mencapreskan Anies Baswedan.

Baca juga : Anies Baswedan Pemimpin Yang Memanusiakan

Dia bilang, kunjungan petinggi NasDem ke Sekber Gerindra dan PKB, hanya sebatas silaturrahmi.

"Sekaligus warning ke Demokrat dan PKS, yang belum mau mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai capres. Itu hanya menggertak Demokrat dan PKS," papar dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah ini. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.