Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), yang beranggotakan Golkar, PAN, dan PPP, akan memulai pembahasan capres-cawapres yang akan diusung di Pilpres 2024. Ketiga parpol ini sepakat membahas capres-cawapres bersama-sama. Jika saat pembahasan itu tiba, PPP mendorong Menteri BUMN Erick Thohir dipertimbangkan jadi capres atau cawapres KIB.
Waketum PPP Arsul Sani mengatakan, dalam waktu dekat ini, parpol anggota KIB akan segera menentukan waktu untuk membahas capres-cawapres. Dia pun berharap, dalam penentuan capres-cawapres ini, disepakati ketiga parpol.
Soal siapa capres-cawapres yang akan diusung, Arsul bilang, ketiga parpol punya pilihannya masing-masing. Untuk PPP, mendorong Erick Thohir agar dipertimbangkan menjadi capres atau cawapres.
"Di PPP, paling ramai disuarakan adalah Erick Thohir," kata Arsul, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin.
Tentu saja, kata dia, penentuan capres-cawapres ini bukan perkara mudah. Pembahasan capres-cawapres harus sangat hati-hati dan saling mendengar aspirasi.
Baca juga : PKB Ingin Kepastian
Arsul menambahkan, penentuan capres-cawapres ini tak bisa buru-buru. Jangankan KIB yang beranggotakan tiga parpol, koalisi yang beranggotakan dua partai pun, tak bisa cepat-cepat menetapkan capres-cawapres.
Bagaimana kalau deadlock, apakah mungkin ada parpol yang putar haluan? Soal ini, Arsul menjawab diplomatis. Kata dia, KIB tidak kaku dan bersifat dinamis. Jadi mungkin saja, nanti putar haluan. Atau justru sebaliknya ada parpol lain yang ikut bergabung dengan KIB.
Menurut Wakil Ketua MPR ini, semua koalisi saat ini masih bersifat dinamis. "Artinya, ada yang kemudian keluar dan masuk ke koalisi yang lain," ucapnya.
Ia lalu mencontohkan manuver Ketum NasDem Surya Paloh. Meski sudah menggagas Koalisi Perubahan dengan Demokrat dan PKS, nyatanya Paloh masih mencoba merapat dengan Golkar.
"Nah, karena itu, apalagi partai terbesar belum juga mengumumkan juga siapa capresnya. Maka, siapa pun yang disebut bakal cawapres saat ini ya juga masih bersifat fakultatif, bisa berubah juga," kata Arsul.
Baca juga : Maunya Imin Belum Klop Dengan Prabowo
Arsul menambahkan, pihaknya memang tak mau buru-buru mengumumkan capres-cawapres. Soalnya, pilpres masih lama. Selain itu, Arsul melihat pengumuman capres yang terlalu cepat membuat ruang tembak terlalu besar. Ia mencontohkan Anies Baswedan yang terus mendapat sasaran kritik. "KIB sejak awal juga sepakat untuk mengedepankan platform-nya terlebih dahulu, baru kemudian mencari sosok yang cocok," tuntasnya.
Bagaimana tanggapan PAN? Waketum PAN Viva Yoga Mauladi mengatakan, pembahasan soal pemilihan capres-cawapres memang sudah akan dimulai. Hanya saja, kapan musyawarah itu digelar, Viva belum mau membeberkan. "Nanti akan kami beritahu secara khusus," kata Viva, kemarin.
Dalam rapat itu, lanjut dia, tiap parpol mengirimkan pasangan calon. Ketiga parpol kemudian akan melakukan musyawarah untuk menentukan nama mana yang akan dipilih.
Anggota DPR ini lalu membeberkan ada lima hal yang dipertimbangkan dalam memilih capres-cawapres nanti. Kelima hal itu adalah punya rekam jejak baik dan integritas, memiliki visi nasionalisme, bersedia menjalankan platform dan program kerja koalisi, dan bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugas sebagai presiden atau wapres. "Kriteria terakhir mencintai rakyat," ungkapnya.
Sekjen Golkar Lodewijk F Paulus meyakini, KIB nantinya akan mengusung Airlangga Hartarto sebagai capres. Alasannya, Golkar memiliki suara terbesar di koalisi tersebut dan menjadi daya tawar yang kuat untuk diajukan.
Baca juga : KIB Segera Matangkan Capres Cawapres 2024
Meski begitu, proses penentuan capres itu akan ditentukan bersama dengan PAN dan PPP. Menurut Lodewijk, saat ini, ketiga parpol melakukan penjaringan di internalnya masing-masing. "Jadi semua masih bebas mengusung nama capres," ujarnya.
Pengamat politik Amir Faisal menilai, nama capres-cawapres yang akan diusung KIB sangat tergantung pada restu Presiden Jokowi. Nama Erick Thohir tentu saja sudah masuk radar Jokowi, dan mungkin saja restu itu jatuh ke Erick.
Amir melihat, Jokowi dan Erick punya kedekatan khusus. Sebelum diangkat menjadi menteri, Erick dipercaya Jokowi memimpin pagelaran Asian Games 2018. Setelah itu, Erick dipercaya sebagai Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf.
“Erick Thohir salah satu menteri andalan Presiden Jokowi. Sudah banyak analisa yang menyebut Erick akan mendapat restu dari Jokowi. Barangkali prediksi tersebut tidaklah keliru,” kata Amir.■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.