Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
%
Ganjar & Mahfud
Waktu |

Hina Presiden, Rocky Gerung Disentil Partai Perindo

Jumat, 4 Agustus 2023 19:12 WIB
Ketua Harian Nasional DPP Partai Perindo, Tuan Guru Bajang TGB HM Zainul Majdi. (Foto: Ist)
Ketua Harian Nasional DPP Partai Perindo, Tuan Guru Bajang TGB HM Zainul Majdi. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Partai Perindo mengecam pernyataan pengamat politik Rocky Gerung yang diduga menghina Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ketua Harian Nasional DPP Partai Perindo, Tuan Guru Bajang (TGB) HM Zainul Majdi mengatakan, ucapan dengan diksi kasar yang terjadi di tahun politik tidak perlu diikuti. "Orang bersuara keras, menggunakan diksi kasar jangan dijadikan model. Jangan mengidolakan yang seperti ini, jangan ikuti wacana ketika tak paham," kata TGB di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jumat (4/8).

Mantan Gubernur NTB ini melanjutkan tantangan sebagai bangsa setiap lima tahun adalah ketegangan akibat kontestasi politik. "Sampaikan suara untuk ajakan perdamaian. Kalau satu tak terasa, kalau banyak akan terasa. Sebarkan nilai kedamaian," tegas TGB.

Baca juga : Hinaan Gerung, Urusan Kecil

Senada, Wakil Ketua Umum DPP Partai Perindo Ferry Kurnia Rizkiyansyah menilai, pernyataan Rocky Gerung terhadap Jokowi kontras dengan kapasitasnya sebagai seorang akademisi.

Menurut dia, orang yang berilmu harusnya berperilaku bijak sesuai dengan kedalaman ilmunya. "Tidak menjadi dangkal dengan umpatan-umpatan kasar dan kotor seperti itu, sehingga bisa bisa kita lihat bahwa retorika Rocky cenderung penuh dengan kebencian," ujar Ferry Kurnia.

Sebaliknya, lanjut Ferry, sikap tenang Presiden Jokowi yang tidak ambil pusing terhadap ocehan nyeleneh Rocky Gerung merupakan bentuk ketahanan. Artinya, Jokowi bersikap dewasa sebagai Kepala Negara, sehingga lebih memilih untuk fokus bekerja ketimbang menanggapi hinaan itu.

Baca juga : Benny Rhamdani: Habis Menghina, Ngeles, Rocky Gerung Pengecut!

"Berfokus pada pekerjaan dan menunjukkan ketahanan Pak Jokowi dalam menghadapi kritik menurut saya ya, sikap yang profesional dan dewasa," ujar mantan Komisioner KPU RI ini.

Sementara itu, Ketua DPP Partai Perindo Bidang Hankam dan Siber, Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati menilai pernyataan Rocky Gerung terhadap Jokowi masuk dalam ujaran kebencian. "Apa yang disampaikan Rocky Gerung tidak bisa lagi dikategorikan sebagai kritik. Bahkan, sudah masuk ke kategori ujaran kebencian," katanya.

Nuning-sapaan Susaningtyas Nefo Handayani-menganggap wajar para pendukung Jokowi murka hingga ramai-ramai melaporkan Rocky Gerung ke Polda Metro Jaya. "Dalam dinamika politik mendekati Pemilu memang perang kognitif kerap terjadi. Ungkapan yang mengundang emosi justru dipakai lawan untuk menguji kesabaran," ujarnya. 

Baca juga : Andi Gani: Kebablasan! Rocky Gerung Hina Presiden Jokowi

Ia menjelaskan, maraknya perang kognitif dan perang persepsi juga membutuhkan penanganan dengan metode yang tepat, agar tak menyebabkan terjadinya disintegrasi bangsa. "Aparat penegak hukum jangan tinggal diam dan mencampur adukan dengan kepentingan politik sementara. Ini masalah penghinaan yang mencederai Presiden sebagai simbol negara bukan semata pribadi Jokowi," katanya. 

Adapun, Ketua DPP Partai Perindo Bidang Politik Yusuf Lakaseng menilai pernyataan Rocky Gerung malah seperti merendahkan dirinya sendiri. “Menurut saya, Rocky Gerung telah terperangkap dalam kesombongan intelektualnya, sehingga terperosok ke dalam penistaan pada dirinya sendiri," ujar Yusuf.

"Menyebut Jokowi demikian, sesungguhnya Rocky tidak sedang menghina Jokowi, tapi sedang menghina dirinya sendiri. Dia merendahkan dirinya dan merusak reputasinya sendiri," tambahnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.