Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
%
Ganjar & Mahfud
Waktu |

Partai Garuda Sentil Boneka-boneka Asing Yang Serang Kebijakan Hilirisasi

Jumat, 11 Agustus 2023 14:36 WIB
Waketum Partai Garuda Teddy Gusnaidi (Foto: Ist)
Waketum Partai Garuda Teddy Gusnaidi (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Partai Garuda menyatakan mendukung kebijakan hilirisasi nikel yang diberlakukan Presiden Jokowi. Sebab, kebijakan itu dinilai menguntungkan Indonesia.

Namun, Wakil Ketua Umum Partai Garuda Teddy Gusnaidi menyatakan, tentu saja kebijakan itu membuat rugi beberapa negara asing. Karena itu, mereka menyerang kebijakan hilirisasi tersebut.

"Sampai detik ini, IMF dan negara-negara asing terus membombardir dan menekan Presiden Jokowi yang tetap pada keputusannya untuk hilirisasi nikel, yaitu menghentikan ekspor bahan mentah nikel berganti dengan ekspor bahan yang sudah jadi. Keputusan ini sudah berjalan dan sangat menguntungkan Indonesia," ujar Teddy, Jumat (11/10).

Baca juga : Relawan Yakin, Ganjar Adalah Pemimpin Yang Dianalogikan Jokowi Pelari Maraton

Dia berpendapat, IMF dan negara-negara asing makin tidak nyaman ketika Presiden Jokowi menyatakan bahwa hilirisasi ini bukan hanya untuk nikel.

Presiden Jokowi berencana akan melakukan hilirisasi pada tembaga, kobalt, bauksit dan bahan tambang lainnya

"Semakin asing menekan, semakin keras Jokowi bersikap agar kekayaan alam benar-benar bisa dinikmati oleh Indonesia," tuturnya.

Baca juga : Patuh Prudential Banking, BNI Siap Terapkan Aturan Modal Minimum Baru

Karena "ke-ngeyelan" Presiden Jokowi, kata Teddy, maka muncul "boneka-boneka" pihak asing.

Mereka yakni orang-orang lokal yang menyerang kebijakan hilirisasi Jokowi dengan berbagai fitnah.

"Seolah-olah, apa yang dilakukan Jokowi itu tindakan yang salah," sesal pria yang juga menjabat Juru Bicara Partai Garuda ini.

Baca juga : Gabungan Seniman Indonesia Berikan Panggung Kepada Musisi Jalanan

Teddy pun menjelaskan, nilai ekspor nikel mentah hanya Rp 17 triliun. Sementara ekspor bahan jadi, mencapai Rp 510 triliun. Artinya, dengan hilirisasi, nilai ekspor nikel melonjak hingga 30 kali lipat.

"Tentu aneh dan tidak normal jika ada pihak lokal yang menentang dan menyerang keputusan Jokowi terkait hilirisasi," ucap Teddy.

"Bukankah hanya boneka yang mau melakukan hal-hal yang tidak normal tersebut?" sindirnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.