Dark/Light Mode

Sukur H Nababan Di Podcast RM

PDIP Ubah Luka Jadi Energi

Sabtu, 28 Oktober 2023 07:50 WIB
Ketua DPP PDIP Sukur Nababan. (Foto: Khairizal Anwar/Rakyat Merdeka/RM.id)
Ketua DPP PDIP Sukur Nababan. (Foto: Khairizal Anwar/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua DPP PDIP Sukur H Nababan mengakui, majunya Gibran Rakabuming Raka sebagai Cawapres mendampingi Prabowo Subianto menimbulkan kekecewaan dan kemarahan besar di internal Banteng. Apalagi, putra sulung Presiden Jokowi itu, maju dalam status masih ber-KTA PDIP.

"Namun, sesuai perintah ketua umum, kami tidak boleh bereaksi keras. Kekecewaan ini harus kami jadikan energi untuk berjuang keras memenangkan Ganjar-Mahfud di Pilpres 2024," ungkap Sukur dalam Podcast di Rakyat Merdeka, kemarin. Podcast dipandu 2 editor politik Rakyat Merdeka, Siswanto dan Ujang Sunda.

Lantas khawatirkah PDIP maju­nya Gibran bisa menggerus suara Ganjar di tingkat akar rumput? Bagaimana strategi PDIP ke depan untuk menangkan Ganjar-Mahfud? Berikut wawancara selengkapnya.

Baca juga : Dukung Percepatan Digitalisasi Daerah, Bank DKI Jadi BPD Terbaik

Usai Gibran diumumkan jadi Cawapres Prabowo Subianto, PDIP terkesan adem ayem saja. Padahal di bawah terlihat marah sekali. Ada apa dengan Banteng?

Amarah itu bisa diartikan dua. Pertama, kita teriak, kita tunjuk­kan melalui wajah, bahasa, dan tindakan. Apakah itu efektif dan bermanfaat bagi bangsa. Kedua, kami diam, kami simpan amarah ini menjadi sebuah kekuatan untuk bekerja lebih keras lagi.

Jadi PDIP benar-benar marah?

Baca juga : Demokrat Pasti Senang Kalau AHY Jadi Menteri

Jangankan kami yang ada di DPP, di tingkat bawah itu marahnya luar biasa sekali. Namun, perintah Ketua Umum adalah, kami harus menun jukkan sebagai seorang kader, bukan teriak di jalan. Kami harus bekerja habis-habisan bahwa Ganjar Pranowo harus menang. Ini akan memberikan energi kepada kami untuk memenang­kan Ganjar-Mahfud. Energi yang tidak pernah dilihat oleh siapapun.­

Selama ini, banyak yang menyebut kalau suara PDIP itu terdongkrak karena Presiden Jokowi. Sekarang setelah Pak Jokowi tak bersama PDIP, Anda khawatir suara akan tergerus?

Apakah betul suara PDIP terangkat oleh Pak Jokowi, atau Pak Jokowi yang terangkat oleh PDIP. Sebelum ada Pak Jokowi, PDIP sudah menang. Pada 2014, siapa yang kenal Pak Jokowi? Kami calonkan dia pada Pilgub DKI Jakarta yang dimulai dari 6 persen, melawan Pak Foke yang kekuatannya 60 persen.

Baca juga : Program KKN Unika Atma Jaya Dan Ukrida Berhasil Ubah Limbah Jadi Energi

Itu kekuatan keyakinan ketua umum kami terhadap ideologi, terhadap bangsanya. Pada akhirnya menang.

PDIP itu partai besar yang kepen­gurusannya ada sampai anak ranting di tingkat RT/RW, dan kepengurusan­nya lengkap. Saya sebagai Ketua DPP yang membidangi keanggotaan dan organisasi memiliki fakta. Kekuataan kami 3-5 orang, berarti di setiap RT/RW kami memiliki kekuatan 5-7 orang.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.