Dark/Light Mode

Disebut Hasto Ngincar Kursi Ketum PDIP, Jokowi Ketawa: Mosok Semua Mau Direbutin

Rabu, 3 April 2024 12:53 WIB
Presiden Jokowi (tengah) saat menyampaikan keterangan pers usai pelepasan bantuan kemanusiaan untuk Palestina dan Sudan di Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Rabu (3/4/2024). Dalam kesempatan tersebut, Jokowi didampingi Menlu Retno Marsudi (kedua kiri), Menko PMK Muhadjir Effendy (kiri), Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (kiri belakang), dan  Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto (kedua kiri, belakang). (Foto: YouTube)
Presiden Jokowi (tengah) saat menyampaikan keterangan pers usai pelepasan bantuan kemanusiaan untuk Palestina dan Sudan di Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Rabu (3/4/2024). Dalam kesempatan tersebut, Jokowi didampingi Menlu Retno Marsudi (kedua kiri), Menko PMK Muhadjir Effendy (kiri), Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (kiri belakang), dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto (kedua kiri, belakang). (Foto: YouTube)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi santai menanggapi kabar dirinya bakal merebut kursi Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), sebagaimana disebut Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto pada Selasa (2/4/2024).

Jokowi bahkan melemparkan guyonan kepada wartawan yang mengerubunginya di Lanud Halim Perdanakusumah Jakarta Timur, usai melepas bantuan kemanusiaan untuk Palestina dan Sudan, Rabu (3/4/2024).

Baca juga : Diusulkan Bos PSI, Jokowi Ketua Koalisi Prabowo

“Ketua..bukan Golkar?” katanya terkekeh.

“Katanya mau ngerebut Golkar, mau ngerebut…mosok semuanya mau direbutin. Jangan seperti itu. Jangan seperti itu. Jangan seperti itu,” imbuhnya.

Baca juga : Resmikan Makassar New Port, Jokowi Targetkan Ongkos Logistik Turun

Sebelumnya, Hasto mengungkap, Jokowi ingin mempertahankan kekuatan politiknya dengan menguasai parpol melalui Golkar dan PDIP.

Hasto menyebut, operasi politik itu dilakukan Jokowi, beberapa bulan sebelum tahapan Pemilu 2024 dimulai.

Baca juga : Presiden Dukung Kebebasan Pers, Ketum PWI Ingat Jokowi Deg-degan Dikritik RM

"Rencana pengambilalihan Partai Golkar dan PDI Perjuangan. Jadi, jauh sebelum pemilu, beberapa bulan, antara lima-enam bulan," beber Hasto dalam kegiatan Bedah Buku 'NU, PNI, dan Kekerasan Pemilu 1971' karya Ken Ward (1972) di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (2/4/2024).

Dalam kesempatan tersebut, Hasto juga menginformasikan adanya upaya dari kubu Jokowi, untuk membentuk koalisi partai politik besar sebagai kendaraan politiknya.
“Sekarang, ada gagasan tentang soal koalisi besar permanen seperti ada barisan nasional," ucap Hasto.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.