Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
“Ruhnya PKB itu adalah di kiai. Sejarah pembentukan PKB itu ya sejarah dibentuk oleh PBNU, dibentuk oleh para kiai. Tim Lima itu terdiri dari para kiai. Jadi, ruh dari PKB itu adalah para kiai,” urai Lukman.
Lukman juga menjelaskan kepada Tim Lima PBNU mengenai keuangan PKB yang tidak transparan dan akuntabel. Baik keuangan fraksi, dana Pemilu, dana Pileg, dana Pilpres, dan dana Pilkada. Bahkan dana tersebut tidak pernah diaudit.
“Tidak pernah dipertanggungjawabkan kepada konstituen, kepada forum-forum pertanggungjawaban. Seperti Muktamar, atau rapat-rapat dan sebagainya,” beber Lukman.
Baca juga : Harvei-Helena Kecipratan 420 M
Sementara, Ketua Lembaga Talif wan Nasyr (LTN) PBNU, Ishaq Zubaeri Raqib menganggap, pemanggilan Lukman diperlukan oleh Tim Lima. Mengingat, Lukman merupakan Sekjen PKB pada 2005-2007 dan 2009-2014.
“Beliau pernah menjabat Sekjen PKB, dan diharapkan bisa mengumpulkan keterangan-keterangan yang lengkap untuk memperkaya data-data yang diperlukan oleh tim,” kata Ishaq di Gedung PBNU, Rabu (31/7/2024).
Bagaimana respons PKB? Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid mengatakan, Ketum PBNU Gus Yahya dan Sekjen PBNU Saifullah Yusuf kerap menggembosi PKB. Terbukti dengan upaya PBNU yang ingin mengembalikan PKB ke pangkuan NU.
Baca juga : Jasra Putra: Peringatan Keras Untuk Kita Semua
PKB sadar betul hubungan historis dengan NU. Bahkan, ketika ada respons yang berbeda, PKB memilih diam karena menghormati NU. Sebagai contoh, posisi PBNU yang sangat dekat dengan seluruh parpol, tapi tidak dengan PKB.
Jazilul menganggap, upaya PBNU yang mengirimkan dua utusan untuk mendalami hubungan PKB dengan NU tak sesuai dengan aturan. Sebab, PKB berdaulat sebagai parpol dengan berlandaskan UU Partai Politik. Sedangkan NU berjalan berdasarkan UU Ormas.
“Maka kisruh yang disampaikan oleh Gus Ipul itu menunjukkan tidak paham konstitusi, tidak paham tata kelola organisasi. Bahkan nggak paham tata krama,” tuding Wakil Ketua MPR itu.
Baca juga : Kurniasih Mufidayati: Edukasi Bahaya GGL Harus Ditingkatkan
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Kamis, 1 Agustus 2024 dengan judul Ambilalih PKB, PBNU Gercep
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya