Dark/Light Mode

Duduk Saat Shalat, Berdiri Saat Debat

Kiai Maruf Dimaklumi MUI

Selasa, 22 Januari 2019 08:17 WIB
Duduk Saat Shalat, Berdiri Saat Debat Kiai Maruf Dimaklumi MUI

RM.id  Rakyat Merdeka - KUBU Prabowo ketemu saja bahan untuk bikin ramai medsos. Senin (21/1) kemarin, misalnya. Ada pendukung Prabowo yang membandingkan foto KH Ma'ruf Amin salat sambil duduk sebelum debat, tapi kuat berdiri saat debat.

Banyak yang membela Kiai Ma'ruf. Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga memaklumi salat duduknya cawapres nomor urut 01 ini. Pendukung Prabowo yang menyoroti foto ini adalah Mustofa Nahrawardaya. Lewat akun Twitternya, @akunTofa, dia membandingkan dua pose Ma'ruf yang dikolasekan.

Yang pertama, saat Ma'ruf salat dalam posisi duduk bersama Jokowi. Yang kedua, saat Ma'ruf bersanding bersama Jokowi dalam debat capres-cawapres Kamis (17/01). "Urusan dunia, kuat berdiri... #2019PrabowoPresidenRI," begitu cuit Mustofa.

Cuitan yang diposting pada Minggu (20/1), langsung viral. Hingga Senin (21/1) kemarin, sudah ada 3.100 komentar, 1.300 retweet, dan 3 ribu yang menyukainya. Kebanyakan, menghujat caleg DPR RI PAN Dapil Jateng V itu. Banyak netizen yang memberi penjelasan, Ma'ruf memang sakit sehingga salat dalam posisi duduk.

Baca juga : Kyai Maruf Tak Akan Seperti JK

Salah satunya, @adevj1969. "Setahu saya beliau pernah terjatuh dan terkilir kakinya sekitar bulan Desember. Dan sekarang pake alat bantu di kakinya. Sebaiknya anda jangan suuzon, karena duduk pun tidak batalkan salat (apabila kondisi tidak mampu saat itu). Tapi suuzon anda sudah berbuah dosa. Selamat berdosa," cuitnya.

@mitzuo memberi contoh kasus seperti Ma'ruf, yang mengharuskan salat duduk. "Tante gw osteoporosis akut, sampe kakinya jadi X. Tapi beliau masih kuat jalan ke pasar dan berdiri lama buat masak. Kalau salat ya tetep duduk. Makanya salat dong, jadi tau ada gerakan ruku dan duduk di antara sujud dan dari sujud untuk berdiri lagi itu perlu kekuatan, bebernya. Ada juga netizen yang membandingkannya dengan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz. King Salman aja pas nari-nari dengan Trump kuat, tapi pas salat dia duduk di kursi. Jadi moment kek gini nggak cuma ada di cawapres 01. Buka hati biar cahaya kebaikan masuk jadi iri dengkinya hilang," cuit @hanifah932.

Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin memberikan tanggapan. Jubir TKN, Ace Hasan Syadzily menyebut, urusan shalat adalah urusan personal. "Shalat itu urusan pribadi yang menjadi tanggung jawab seseorang dengan Allah. Apakah merugikan masyarakat? Apakah dia (Mustofa) tahu kondisi kesehatan Kiai Maruf?" ucap politikus Golkar ini.

Dia pun menyebut, cuitan Mustofa tidak mencerdaskan masyarakat. Sementara, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan tidak ada masalah dengan posisi shalat Kiai Ma'ruf. Ketua Dewan Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhammad Cholil Nafis menuturkan, diperbolehkan shalat sambil duduk bagi yang tidak mampu berdiri.

Baca juga : Nggak Kebayang, Seperti Apa Nanti Debat Ma’ruf Vs Sandi

"Ya ada dalilnya. Bahkan saat perang pun kita harus shalat, ada namanya shalat khouf, shalat perang. Bagi orang yang tidak mampu berdiri ya duduk, nggak bisa duduk berbaring. Nggak bisa berbaring ya terlentang," ujar Cholil.

Fenomena shalat dalam posisi duduk juga banyak dilakukan di Mekah, Arab Saudi. Siapa pun boleh. "Orang tua, anak muda, orang kecelakaan," tandasnya.

Senada, Ketua Bidang Komunikasi dan Informasi MUI, KH Masduki Baidlowi menyebut, tidak ada masalah dengan posisi shalat Maruf. "Sambil duduk atau sambil tidur tak masalah. Asal darurat," ujarnya kepada Rakyat Merdeka, Senin (21/1) malam.

Dia pun menilai, orang-orang yang mempersoalkan Kiai Ma'ruf shalat duduk, mengada-ada. "Ya (mengada-ada) banget lah," ujar Cak Duki, sapaan akrabnya.

Baca juga : Biadab, Kiai Maruf Dipakein Topi Santa

Sementara Waketum MUI Zainut Tauhid menilai, Mustofa berlebihan. Dia meminta masalah ibadah tidak ditarik ke dalam urusan politik. "Saya kira terlalu berlebihan, jika mempersoalkan sesuatu yang dalam agama hal tersebut tidak ada larangan. Apalagi, kalau hal tersebut (masalah ibadah) ditarik untuk urusan politik," tegasnya.

Zainut juga meminta para timses paslon capres tidak mengeksploitasi agama  untuk kepentingan politik praktis. "Di samping tidak elok, juga dapat berpotensi menimbulkan konflik," tegasnya. [OKT]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.