Dark/Light Mode

Investasi Negara, Sekaligus Penghargaan Yudisial

Golkar Dukung Gaji Hakim Naik Sampai 280 Persen

Minggu, 15 Juni 2025 07:30 WIB
Bendahara Umum Partai Golkar Sari Yuliati. (Foto: Instagram/sari1yuliati)
Bendahara Umum Partai Golkar Sari Yuliati. (Foto: Instagram/sari1yuliati)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kenaikan gaji hakim sebesar 280 persen dinilai bukan sebagai hadiah. Melainkan investasi negara demi tegaknya keadilan.

Bendahara Umum Partai Golkar Sari Yuliati menyatakan dukungannya terhadap kebi­jakan tersebut. Dia menilai, kebijakan ini dipandang bu­kan sekadar keputusan fiskal. Melainkan, pernyataan moral dan langkah serius dalam refor­masi sistem hukum.

Anak buah Bahlil Lahadalia itu menilai, kenaikan gaji hakim bukan semata persoalan nominal. Melainkan soal penghormatan terhadap institusi peradilan. Menurutnya, di tengahtuntutan reformasi hukum yang semakin kuat, langkah ini mencerminkan kesungguhan Pemerintah dalam membenahi keadilan dari hulu. Yakni dengan meningkatkan kesejahteraan hakim.

Baca juga : Korlantas Mesti Lakukan Upaya Penguatan Kinerja

Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) itu menegaskan, hakim adalah simbol keadilan. “Bila mereka masih dihimpit kebutuhan hidup dasar, bagaimana bisa kita menuntut putusan yang objektif dan bebas dari pengaruh?” ujar Sari dalam keterangan tertulis­nya, Sabtu (14/6/2025).

Namun, politisi kelahiran Jakarta itu menegaskan, kenaikan gaji ini harus dibarengi dengan komitmen kuat dari para ha­kim. Untuk menjaga integritas dan independensi. Menurutnya, kesejahteraan yang memadai harus melahirkan sikap profe­sional dan keteladanan dalam menegakkan hukum.

Alumni Universitas Indonesia (UI) itu juga meminta agar Komisi Yudisial tidak pasif dalam mengawasi perilaku hakim. Menurutnya, dengan meningkat­nya kesejahteraan, maka pengawasan terhadap hakim juga harus semakin ketat, transparan, dan melibatkan partisipasi ma­syarakat.

Baca juga : Gerindra Resmi Laporkan Kades Baturiti Ke Polda Bali

Diungkapkan, selama ham­pir dua dekade, kesejahteraan mayoritas hakim, khususnya di tingkat pertama, nyaris tidak mengalami perubahan berarti. Banyak dari mereka yang ma­sih hidup dalam keterbatasan. Seperti tinggal di rumah kon­trakan. Serta mengandalkan tunjangan minim dalam men­jalankan tugas berat.

“Dengan kenaikan gaji, Indonesia memasuki babak baru. Hakim sejahtera harus jadi ha­kim yang bersih,” tegasnya.

Sari menilai, kebijakan menaikkan gaji para hakim ini seb­agai bentuk keseriusan Presiden Prabowo dalam meletakkan fon­dasi negara hukum yang kuat dan adil. Dia menyebut, Pemerintah tidak hanya fokus pada pem­bangunan fisik. Melainkan juga tengah membangun kepercayaan publik terhadap sistem hukum.

Baca juga : Korupsi Di Sektor Perizinan Berdampak Langsung Ke IPK

Menurutnya, kesejahteraan dan pengawasan harus beriringan. Jadi, kenaikan gaji bukan hadiah untuk hakim. “Ini adalah investasi negara untuk keadi­lan,” tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.