Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua DPP Partai Berkarya Badaruddin Andi Picunang terus menagih perlunya eksistensi partai untuk menghadapi berbagai agenda politik menjelang verifikasi partai politik di KPU. Yang dia kritik, tidak adanya kegiatan DPP Partai Berkarya.
“Sekarang kepengurusan itu vakum. Sebelum corona maupun saat corona tidak ada kegiatan sama sekali. Kantor udah kayak rumah hantu. Di gembok,” ungkap Badaruddin kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Baca juga : Tak Ada Reservasi Baru, Penerbangan Domestik Terakhir Beroperasi Hari Ini
Dibeberkan Badaruddin, sejak Rapimnas di Solo 2018, pimpinan partai diambil alih Tommy Soeharto dan Sekjen Priyo Budi Santoso. Partai Berkarya tidak ada agenda. Kalaupun ada kegiatan, hanya sayap partai bukan DPP Partai Berkarya.
“DPP itu berkantor di mallmall untuk rekomendasi di pilkada. Itu tidak sangat mendukung keberadaan partai. Kalau tidak ada aktivitas, mati lah partai. Masih syukur kalau jadi ormas. Yang kita takutkan sebagai pendiri adalah kalau Berkarya tidak ada sama sekali,” katanya.
Baca juga : Dimakamkan Pake Protokol Covid, Bukan Berarti Positif
Melihat partai seperti mati suri, Badaruddin tidak terima. Selaku pendiri, mantan sekjen Partai Berkarya ini tidak rela jika Berkarya dikerdilkan. Perlu diingat, kata Badaruddin, Partai Berkarya didirikan untuk menjadi partai besar dan tidak dimiliki oleh orang per orang. “Partai ini milik bersama. Tidak boleh dikelola faedal. Bukan milik Cendana,” tegasnya.
Kritikan yang diungkapkan ini bukan karena faktor like and dislike. Bukan juga karena tidak senang terhadap sosok ketum dan sekjen. Tetapi, dorongan dan kritikan yang diungkapkan hanya untuk menyelamatkan partai dari kepunahan. “Dalam rangka mempersiapkan Pemilu 2024,” tegasnya.
Baca juga : Ridwan Kamil: Bansos Diberikan Berdasarkan Data dari RT dan RW
Masih kata Badaruddin, tantangan dan cobaan di pemilu mendatang jauh lebih berat dan melelahkan. Mungkin persyaratannya juga lebih berat. Jika pengurus partai terlena dan tidak mau memperbaiki maka partai akan tidak lolos administrasi di KPU dan tidak lolos parliamentary threshold. Makanya, inisiator penyelamat Partai Berkarya tetap menginginkan agar digelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) dalam rangka mempersiapkan struktur dan mesin partai di Pemilu 2024. “Partai yang mapan persiapan, apalagi kita yang baru,” pungkasnya. [REN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya