Dark/Light Mode

Efek Ekor Jas Jokowi Dinikmati PDIP & PSI

Senin, 18 Februari 2019 09:42 WIB
Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya. (Foto : IG@yunartowijaya).
Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya. (Foto : IG@yunartowijaya).

 Sebelumnya 
“Jika trend kenaikan elektabilitas terus dijaga, besar kemungkinan PSI mampu menembus parliamentary threshold 4 persen dalam dua bulan mendatang,” ujar Vivin dalam siaran persnya. Fenomena berkebalikan justru ada di sisi oposisi.

Partai-partai pendukung paslon No urut 02 tidak terlalu terkena dampak. Paling terkena efek elektoral justru Partai Gerindra. Survei IndEX Research menunjukkan kenaikan elektabilitas Gerindra dari 12,3 persen pada Desember 201, menjadi 14,7 persen pada Januari 2019.

Baca juga : Keberhasilan Jokowi Dirayakan Di Amerika

Hal itu menurut Vivin tidak mengherankan, karena representasi paslon semua diambil oleh Gerindra. “Dampaknya kelihatan ketika pengurus daerah parpol-parpol koalisi pendukung kubu 02 banyak yang memilih berseberangan dengan menyatakan dukungan terhadap paslon 01,” tandasnya.

Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya mengakui ada kenaikan elektabilitas di partai pendukung paslon No 01 dalam pilpres yakni PSI.

Baca juga : Jokowi Nolak Ganti Model

Peningkatan elektabilitas itu dianggap Yunarto karena PSI memiliki faktor pembeda dengan partai lain. PSI dianggap memberikan perhatian khusus pada segmen anak muda. “Segmen anak muda selama ini belum pernah digarap secara serius dan khusus.

Biasanyakan hanya menjadi bagian dari strategi marketing. Tapi partai ini (PSI) langsung menasbihkan dirinya menjadi partai anak muda,” ujarnya. [SSL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.