Dark/Light Mode

Gerindra Dorong Pemerintah Beri Subsidi Kuota Internet Kepada Pelajar

Senin, 29 Juni 2020 22:49 WIB
Sekjen Gerindra Ahmad Muzani
Sekjen Gerindra Ahmad Muzani

RM.id  Rakyat Merdeka -
Partai Gerindra mendorong pemerintah memberikan subsidi kuota internet kepada para pelajar, mahasiswa, dan santri. Upaya ini dilakukan guna mendukung proses belajar mengajar daring atau online selama masa pandemi corona.

Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani memastikan, pihaknya akan memperjuangkan subsidi kuota internet bagi para siswa yang kini harus belajar di rumah.

Sesuai dengan Surat Edaran Nomor 15 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar Dari Rumah Dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19, seluruh siswa harus belajar di rumah hingga awal tahun 2021 mendatang. 
"Kami akan memperjuangkan subsidi kuota bagi pelajar, mahasiswa, dan santri," tegas Muzani kepada wartawan, Senin (29/6).

Muzani menyebut, proses belajar mengajar dari jarak jauh melalui internet mengalami banyak hambatan. Mulai dari ketersediaan alat hingga akses jaringan bagi siswa maupun guru.

Baca juga : Ini Strategi Kemendag Dorong Roda Ekonomi Berputar di Era New Normal

Ketua Fraksi Gerindra DPR itu pun mengingatkan, mutu pendidikan di Indonesia berada dalam ancaman. 

"Ini menjadi ancaman bagi kualitas pendidikan kalau ini tidak sukses. Apakah mungkin pemerintah memberi subsidi untuk penggunaan kuota internet. Sebab (pendidikan) ini menjadi penting bagian dari pembangunan sumber daya manusia," tegas Muzani. 
Dia pun mengingatkan prioritas Presiden Jokowi dalam Kabinet Indonesia Maju (KIM) adalah pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Kunci mewujudkannya adalah dengan membangun pendidikan. 

Tapi, kini pendidikan sebagai pondasi utama pembangunan SDM dalam suasana covid ini menjadi terhambat, karena seluruh proses pendidikan berhenti. Tidak ada pembelajaran langsung. 

"Itu harus dipikirkan agar semua ini berjalan lancar dalam suasana covid. Supaya kualitas SDM terjaga, seperti yang diharapkan pemerintah," tuturnya.

Baca juga : Pemerintah Arab Saudi Batasi Jamaah Haji, PBNU Maklum

Tidak hanya subsidi kuota internet, Ahmad Muzani juga mengusulkan adanya pengembangan ponsel nasional. Ponsel tersebut, bisa menjadi solusi atas keterbatasan warga di pelosok Nusantara untuk mengakses internet.

"Ini masalah, pemerintah harus memikirkan HP (ponsel) produksi Indonesia. Ini momentum gimana BUMN bergerak di bidang telekomunikasi," ucap Muzani.

"Alangkah bagusnya ini menjadi dorongan pemerintah melakukan riset. Saya kira gangguan sistem pembelajaran jarak jauh ini agak kompleks, mulai dari infrastruktur dan faktor pendukung lain," tambahnya.

Dengan begitu, upaya kualitas SDM terjaga seperti yang diharapkan pemerintah. "Sektor pendidikan dibuka terakhir karena paling rentan," imbuh dia.
Selain itu, Muzani meminta pemerintah menyisihkan anggaran untuk menyediakan layanan rapid test bagi para santri di pondok pesantren. 

Baca juga : Sinergikan BUMN Pangan, Menteri Erick Targetkan Swasembada Gula

Hal tersebut katanya merujuk pola pembelajaran di pondok pesantren yang memiliki kekhususan, karena santri diwajibkan untuk tinggal di tempat tersebut.

"Dipikirkan bagaimana rapid tes kesehatan para santri disubsidi pemerintah. Rapid tes gratis. Apalagi pemerintah mempunyai kepentingan tes secara acak dan biaya itu dikeluarkan pemerintah," saran Muzani. [OKT]
 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.