Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Pemberhentian Bupati Merauke, Frederikus Gebze dari jabatan Ketua DPD Partai Nasional Demokrat (Nasdem) menuai polemik. Tindakan tersebut membuat kecewa tokoh masyarakat asli setempat. Mereka menilai kebijakan tersebut ilegal.
“Ini penzaliman terhadap Frederikus Gebze yang telah ikut membesarkan Partai Nas- dem di Merauke,” ujar Ketua Pemuda Marind dan intelektual Marind, Fransiskus Ciwe dalam keterangan tertulis yang diterima, kemarin.
Baca juga : KPK Eksekusi Eks Dirut Perum Perindo ke Lapas Sukamiskin
Menurutnya, keputusan itu sangat tidak lazim dan di luar nalar yang sehat. Walau, produk keputusan itu melalui internal partai. Tapi, tidak memberikan pelajaran politik yang sehat kepada masyarakat Marind.
“Kami memahami dan mengerti mekanisme organisasi. Lazimnya keputusan seperti itu melalui forum Musyawarah Daerah (Musda) partai. Katanya partai yang mengusung slo- gan restorasi. Realitanya tidak memberikan pelajaran politik yang sehat di kalangan warga,” katanya.
Baca juga : Nasdem Nggak Mau Ada Capres Dagelan
Sementara, Wakil Ketua Bidang Pertanian dan Perikanan DPD Nasdem Merauke, Mattawang mengatakan, pemberhentian Frederikus Gebze ilegal. “Pemberhentian Frederikus Gebze sebagai Ketua DPD itu ilegal. Tidak sesuai dengan PO (Peraturan Organisasi),” katanya.
Seperti diketahui, pada Sabtu (4/7), sejumlah orang menggelar jumpa pers terkait pergantian pengurus DPD Nasdem Merauke yang baru dengan Jefry Tjahyadi Putra sebagai ketuanya menggantikan posisi Frederikus Gebze. Pergantian tersebut berdasarkan Surat Keputusan (SK) DPP Partai Nasdem Nomor 49 Tahun 2020.
Baca juga : Penumpang Direpotkan, Naik Pesawat Makin Mahal Dan Lama
“Ini aneh bin ajaib. Tiba-tiba datang kepengurusan baru yang sama sekali pengurus DPD sebelumnya tidak tahu dan tidak ada sama sekali rapat apapun tentang pengusulan nama-nama mereka yang baru. Dan sampai detik ini Pak Frederikus tidak ada menerima surat resmi pemberhentian atau pemecatan dari DPP,” cetusnya. [KAL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya