Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Ari Askhara Dicopot Dari Dirut Garuda, PHRI Gembira Banget
Jumat, 6 Desember 2019 15:51 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Keputusan Menteri BUMN Erick Thohir memecat I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara dari jabatan Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, ternyata membikin pelaku usaha industri pariwisata happy.
Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani mengungkap, selama ini Ari Askhara dikenal sebagai biang kerok penyebab industri penerbangan Indonesia tidak kompetitif.
Baca juga : Ini Dua Surat Yang Dipake Menteri BUMN
Ari dinilai cenderung mempersulit adanya kompetisi di dunia penerbangan, dan menciptakan kartel.
"Selama ini, ada upaya untuk membuat kompetitif. Tsapi dipersulit. Terus terang, dengan adanya pergantian Dirut Garuda ini, saya sebagai Ketua PHRI dari sektor pariwisata gembira banget. Selama ini, kami yang paling banyak komplain karena dia (Ari Askhara, Red) penyebabnya. Dia menciptakan kartel," ungkap Haryadi di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (6/12).
Baca juga : Berantem, Sterling Dicoret Dari Daftar Pemain Inggris
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) ini mengatakan, Ari mendikte pasar dengan menekan sejumlah online travel agent seperti Traveloka. Akibatnya, bukan hanya harga tiket penumpang pesawat yang melonjak. Tetapi juga kargo.
"Ini titik kita membenahi semua itu. Karena kita tidak hanya bicara pariwisata, tetapi juga konektivitas. Kita juga bicara pertumbuhan ekonomi. Bayangkan, bukan hanya penumpang yang kena masalah harga tiket. Kargo juga jadi mahal. Itu kan mengganggu banget," paparnya.
Baca juga : KPK Segera Periksa Dirut PT INTI Sebagai Tersangka
Hariyadi berharap, pergantian Dirut Garuda Indonesia bisa meningkatkan kompetisi harga tiket pesawat. Sehingga, mampu mendorong sektor pariwisata.
"Dibandingkan dengan rute yang sama di ASEAN maupun Eropa, sama-sama penerbangan 1-2 jam, kalau bicara pesawat LCC, kita (Indonesia) lebih mahal. Pokoknya, di mana tidak ada kompetisi, pasti harganya mahal. Kalau ada kompetitor, harga murah. Tidak fair lah rakyat dirugikan. Apalagi, wilayah Timur sangat terganggu banget karena terjadi penurunan jumlah traveler," pungkasnya. [KPJ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya