Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Partai Baru Amien Deklarasi Akhir Tahun Ini
Emang Bakal Laku?
Rabu, 26 Agustus 2020 06:55 WIB
Sebelumnya
Sebelumnya, Amien Rais sempat mengeluarkan pengakuan mengejutkan, setelah hubungannya dengan Ketum PAN Zulkifli Hasan dikabarkan pecah. Amien mengaku telah dikeluarkan dari PAN. “Saya tidak di PAN sama sekali, saya sudah dikeluarkan anak buah saya karena berbeda prinsip,” ungkap Amien Kamis (23/7).
Eks Ketua MPR ini mengaku, perbedaan prinsip tersebut karena PAN yang saat ini di bawah kepemimpinan Zulkifli Hasan, berencana bergabung dengan pemerintahan Presiden Jokowi. “Kalau anda tetap ingin dukung rezim ini, itu jelas sesuatu langkah yang keliru bin salah,” tegasnya.
Apa tanggapan PAN? Sekjen PAN Eddy Soeparno tidak percaya dengan klaim Agung Mozin soal Amien bakal deklarasi partai baru. Mengingat, status Agung Mozin hanyalah kader yang pernah dipecat dari partai. Maka dari itu dia tidak percaya keterlibatan amien dalam pembentukan partai baru.
Baca juga : Deklarasi Capres Bukan Main-main
“Pak Agung Mozin itu kan mantan pengurus PAN yang kita keluarkan dan kita berhentikan dari partai, jadi bukan keluar sendiri tapi kami berhentikan,” pungkas Eddy kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, kemarin.
Dia menjelaskan, kecintaan Amien terhadap PAN sangat besar dan tak perlu diragukan. Amien Rais akan tetap memberikan perhatian yang besar kepada PAN meski kerap kali berbeda pendapat. “Begini, Pak Amien itu tidak perlu dirayu-rayu, Pak Amien itu adalah pendiri PAN, pendiri PAN bersama teman-teman,” tukasnya.
Eddy pun enggan berandai-andai soal pembentukan partai baru tersebut. Yang jelas, ia melihat, setelah Kongres V PAN beberapa waktu lalu, ada upaya rekonsiliasi. Proses rekonsiliasi itu dengan cepat terlaksana. Diakui bahwa memang masih ada yang belum bergabung secara penuh atau masih “baper” tapi pengurus PAN melihat rekonsiliasi berjalan dan semangat rekonsiliasi itu sangat besar sekali.
Baca juga : Pengamat: Tuntutan Deklarasi KAMI Ngawang Dan Abstrak
Direktur Emrus Corner, Emrus Sihombing menjelaskan ada dua faktor yang membuat partai tidak akan terpecah. Pertama memegang kuat ideologi dan demokrasi. Menurutnya, jika ideologi partai kuat maka partai itu akan digunakan untuk memperjuangkan hak rakyat. Begitupun sebaliknya, jika ideologi partai tidak kuat maka akan terjadi perpecahan.
Sementara jika partai tidak mencerminkan demokrasi maka partai apapun akan mudah hancur. Contohnya proses kekuasaan yang tersentralisasi, trah ke turunan, atau kekuatan logistik. Apabila salah satu ini terjadi, tambahnya, demokrasi tidak akan berjalan karena terpusat pada satu orang. Perlahan, kedaulatan pemilik hak suara sadar di partainya terpusat hanya kekuasaan pada satu orang atau sekelompok orang kecil.
Situasi partai semacam ini, diistilahkan Emrus, sebagai demokrasi prosedural. Seolah-olah demokrasi padahal tidak. “Kalau partai mau berjalan dan tidak pecah, ideologi dan demokrasi harus kuat,” tuturnya, semalam.
Baca juga : Rayakan Kemerdekaan, 11 Tahun Tokopedia Bangga Bersama UMKM
Maka dari itu, upaya Amien untuk mesentralisasi dirinya di PAN tak kuasa membuatnya mampu lebih lama lagi untuk bertahan. Sebab menurut Emrus di politik itu tidak terbantahkan saling menguntungkan setelah berbuat. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya