Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Bergolak Karena Urusan Partai
Keluarga Amien Rais Beda Dengan Keluarga Cemara
Rabu, 2 September 2020 07:25 WIB
Sebelumnya
“Mereka (anggota Dewan dan kepala daerah PAN) semua sibuk bekerja, bukan seperti para pengangguran itu yang luntang-lantung berhalusina si mau bikin partai,” kata Mumtaz kepada wartawan, kemarin.
Mumtaz juga membantah kalau disebut, PAN Reformasi terdiri dari seperempat pengurus PAN dan DPR tingkat I maupun II. Kalau klaim itu benar, Mumtaz bakal kasih reward. Hadiahnya, berupa berenang dari Pantai Kapuk, Jakarta utara, ke Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur jika PAN Reformasi berdiri.
“Kalau memang PAN halusinasi ini sampai beneran terbentuk dan di isi sekitar 1.500-an kader PAN, maka saya sebagai Ketua POK DPP penjaga tangguh benteng PAN ini, akan berenang dari Pantai Kapuk sampai Labuan Bajo, sebagai bentuk give away, persembahan dari saya,” selorohnya.
Baca juga : Kesatuan Perempuan Partai Golkar Siap Bangkitkan Sektor Pariwisata
Pernyataan Mumtaz keluar sebagai pembelaan terhadap Ketum PAN, Zulhas. Dia menepis anggapan soal rencana berdirinya PAN Reformasi sebagai kado pahit ulang tahun ke-58 Sang Mertua. “Kado pahit?! Justru kado yang nasgitel, panas legi dan kenthel,” kata Mumtaz.
Kritikan Mumtaz dijawab Agung Mozin. Kata dia, anak Amien itu lagi panik yang berlebihan. “Mumtaz memberikan komentar terkait rencana kami ini maka terlihatlah ketidakdewasaan beliau terhadap bagaimana menanggapi perbedaan tersebut,” cetus Agung, kemarin.
Perbedaan sifat Amien dan Mumtaz sempat dibuka oleh Hanum Rais. Menurut Hanum, sosok Mumtaz bukan sepenuhnya menggambarkan sosok ayahnya. “Mumtaz Rais dan Amien Rais adalah individu yang berbeda meski kiranya Allah menakdirkan kami adalah satu kesatuan keluarga,” tulis Hanum di laman instagram pribadinya @hanumrais.
Baca juga : Ketua KPK Rakor dengan Gubernur Sumut
Di sisi lain, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Ujang Komarudin menilai pernyataan Mumtaz adalah hal yang wajar. Namun, menurut Ujang, Mumtaz masih minim pengalaman politik dibanding ayahnya. Artinya kemungkinan Amien mendirikan PAN Reformasi atau apapun itu namanya, akan terealisasi. “Perjuangan Amien untuk mendirikan partai itu keharusan sebagai alat perjuangan politik,” sebutnya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Dia mengaku istilah keluarga cemara tak lagi tampak di keluarga Amien. Pasalnya, keluarga Rais telah memutuskan pandangan politiknya masing-masing. “Secara politik sudah berbeda haluan politik. Zulhas yang besan Amien satu gerbong di PAN dengan Mumtaz. Dan di gerbong lain ada Amien dengan loyalisnya yang akan bentuk partai baru,” bebernya.
Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari menegaskan, pernyataan Mumtaz cenderung pembelaan terhadap Zul yang merupakan mertuanya. Trah Amien dan Zulhas telah menggoreskan sejarah di tubuh Partai Matahari itu. “Kalau saya melihatnya, Mumtaz bukan sebagai keluarga Amien tapi sebagai bagian dari keluarga Zulhas. Karena kita tahu Mumtaz adalah menantu Zulhas,” ungkapnya. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya