Dark/Light Mode

Ganti Presiden

PKS Adem Ayem

Selasa, 6 Oktober 2020 06:15 WIB
Suasana Musyawarah Majelis Syuro PKS, di Bandung, Senin (5/10). (Foto: Twitter @PKSejahtera)
Suasana Musyawarah Majelis Syuro PKS, di Bandung, Senin (5/10). (Foto: Twitter @PKSejahtera)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemilihan pucuk pimpinan partai biasanya rame, heboh. Bahkan ada juga yang diwarnai ribut-ribut dan kerusuhan. Namun, suasana berbeda terjadi di PKS. Kemarin, PKS sukses mengganti presidennya dalam suasana adem ayem. Bahkan, pelaksanaan musyawarah pemilihannya pun baru diketahui di hari H.

Pemilihan ini dilakukan melalui Musyawarah Majelis Syuro PKS, di Bandung. Dalam musyawarah ini, Akhmad Syaikhu terpilih menjadi Presiden PKS yang baru, menggantikan Sohibul Iman

Berita Terkait : PKS Ganti Presiden, Syaikhu Geser Sohibul Iman

Pelaksanaan musyawarah sebenarnya mundur dari jadwal semua. Awalnya, musyawarah akan digelar April 2020. Sebab, kepengurusan DPP PKS periode 2015-2020 habis Agustus 2020. Karena ada pandemi Covid-19, pelaksanaan musyawarah dimundurkan. Namun, DPP PKS tidak pernah mengabarkan jadwal pelaksanaan musyawarah. Tiba-tiba, kemarin, Musyawarah Majelis Syuro sudah berlangsung. Menurut panitia, musyawarah itu berlangsung 2-5 Oktober. Yang hadir secara fisik 66 orang. Lainnya lewat virtual.

Pelaksanaan musyawarah ini jauh dari ingar-bingar. Dalam foto yang diunggah di akun Twitter @PKSejahteran, kemarin, hanya 10 orang yang berdiri di atas panggung, usai musyawarah berlangsung.

Baca Juga : Celaka, Kalau Beresin Spanduk Saja Sampai Berlaku Tidak Adil

Agenda utama musyawarah itu adalah pemilihan Ketua Majelis Syuro. Dalam pemilihan ini, Salim Segaf Al Jufrie kembali terpilih untuk periode kedua. Setelah pemilihan ini berlangsung, kemudian Majelis Syuro menunjuk Ahmad Syaikhu menjadi Presiden PKS menggantikan Sohibul Iman dan Habib Aboe Bakar Alhabsyi menjadi Sekjen PKS menggantikan Mustafa Kamal.

Sohibul Iman punya jabatan baru. Bersama Ahmad Heryawan dan Suharna Surapranata, dia terpilih sebagai Wakil Ketua Majelis Syura. Kemudian, Untung Wahono sebagai Sekretaris Majelis Syura. Suswono sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Pusat, Surahman Hidayat sebagai Ketua Dewan Syariah Pusat, dan Mahfudz Abdurrahman sebagai Bendahara Umum DPP.

Baca Juga : Kalau Benar Ikut Pemilu Lagi, Mahathir Jilat Ludah Sendiri

“Alhamdulillah, Sidang Musyawarah Majelis Syuro berjalan lancar. Anggota Majelis Syuro PKS yang hadir telah melaksanakan kewajiban syuranya secara baik dan memilih kader-kadernya untuk penugasan menjayakan partai 5 tahun ke depan," kata Salim Segaf, dalam sambutan, setelah ditetapkan sebagai Ketua Majelis Syuro.

Sohibul mengatakan, sudah menjadi tradisi di PKS, jabatan presiden partai hanya satu periode. Tujuannya, untuk regenerasi dalam menjalankan tugas kepemimpinan. Dia memandang, Syaikhu sebagai salah satu kader terbaik partai, sehingga layak menjadi Presiden PKS. "Beliau pribadi yang santun, berintegritas dan totalitas dalam berjuang," kata Sohibul.
 Selanjutnya