Dewan Pers

Dark/Light Mode

Libur Panjang Tak Beri Efek Signifikan

Bisnis Hotel Masih Berdarah-darah

Sabtu, 31 Oktober 2020 07:19 WIB
Tingkat keterisian hotel  di masa pandemi masih sangat rendah.
Tingkat keterisian hotel di masa pandemi masih sangat rendah.

RM.id  Rakyat Merdeka - Libur panjang pekan ini belum memberikan efek signifikan terhadap hunian hotel. Secara umum,tingkat keterisian hotel masih sangat rendah.

Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Maulana Yusuf menilai, sepinya hunian hotel karena waktu libur pendek. 

“Jika liburnya sampai seminggu lebih, mungkin akan berdampak baik bagi hotel. Saat ini sih, bisnis hotel masih berdarahdarah,” keluh Maulana saat dihubungi Rakyat Merdeka. 

Dia mengungkapkan, long weekend hanya dirasakan hotel yang berada di daerah destinasi wisata seperti Puncak Bogor, Bandung, Yogyakarta dan Bali.

Menurutnya, keterisian hotel di destinasi wisata bisa mencapai 40-50 persen. 

Jumlah itu 20 persen lebih tinggi dari tingkat penghunian hotel secara nasional pada Agustus 2020 lalu. Seperti diketahui, bisnis perhotelan menjadi salah satu industri yang paling terdampak pandemi Covid-19. 

Berita Terkait : Libur Panjang, Pertamina Catat Lonjakan Konsumsi Avtur Hingga 33 Persen

Tingkat hunian hotel sejak Maret 2020 lalu, rata-rata mengalami penurunan hingga 90 persen. Kondisi itu terjadi tidak hanya dialami hotel swasta, tetapi juga hotel Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yang berada di bawah PT Hotel Indonesia Natour (HIN). 

Maulana berharap, pemerintah membantu bisnis hotel agar kembali bergairah. Pemerintah men-trigger kegiatan agar tingkat hunian meningkat. Direktur Utama HIN Iswandi Said mengamini, jaringan hotel milik pemerintah juga terdampak pandemi. 

Hunian mengalami penurunan tajam. Iswandi mengatakan, di tengah pandemi, pihaknya memilih untuk tetap mempertahankan operasional seperti biasa. Sebab, jika hotel ditutup, risiko kerugian yang dihadapi cukup besar. Misalnya, barang-barang hotel rentan berjamur. 

“Waktu saat ini, kami gunakan untuk sosialisasi dan training karyawan. Plus melakukan persiapan kebiasaan baru. Sehingga, bisa saya pastikan hotel dalam jaringan HIN well planning,” ungkap Iswandi, dalam acara Talk Show virtual bertajuk Protokol Kesehatan Terjaga, Liburan di Hotel Aman yang digelar RMco.id, Rabu lalu.

Sekadar informasi, HIN merupakan perusahaan pelat merah yang mengoperasikan beberapa hotel di bawah merek Inna Group Hotel atau Grup Hotel Inna. HIN memiliki sejumlah hotel bintang 5. 

Dia bersyukur, saat cuti bersama, beberapa hotel jaringan HIN di Yogyakarta meraih okupansi hotel hingga 90 persen. Selain di Yogyakarta, hunian hotel jaringan HIN di Jawa Timur ,juga terpantau naik signifikan. 

Berita Terkait : Libur Panjang, 336 Kendaraaan Meninggalkan Jakarta

“Yang paling terdampak itu di Bali. Di awal-awal memang agak parah, terus terang itu karena akses ke sana harus pakai pesawat udara. Sementara hotelnya oversupply dan banyak yang tutup,” ungkapnya. 

Diversifikasi Layanan Iswandi mengakui, di saat terpuruk seperti sekarang ini, memerlukan dukungan agar hunian di hotel jaringan HIN meningkat. 

Namun, ia tidak berani meminta kepada pemerintah. Misalnya, dengan mewajibkan BUMN atau kementerian/lembaga (K/L) menginap di jaringan hotel HIN.

Dia menegaskan, saat ini pihaknya terus berupaya agar bisa memberikan produk yang berkualitas dan sesuai dengan ekspektasi konsumen. 

“Sekarang kami pastikan, layanan HIN sangat baik. Karena perbaikan internal terus dilakukan,” ucapnya. 

Untuk bisa bertahan, Iswandi menyampaikan, selama pandemi, HIN telah melakukan diversifikasi usaha dengan beralih ke bisnis Food and Beverage (F dan B) ke delivery order secara online. 

Berita Terkait : Libur Panjang, Tingkat Hunian Hotel BUMN Naik Tajam

Para tamu yang tidak datang ke hotel tapi ingin menu makanan hotel, bisa melakukan pemesanan lewat online. 

“Sampai Lebaran kemarin kami juga jualan menu takjil. Pokoknya kami putar otak bagaimana ini terus berjalan,” ucapnya. 

Selain itu, lanjutnya, HIN tetap menyewakan fasilitas ballroom untuk pernikahan dengan pembatasan kapasitas. 

Dari kapasitas 1.000 hanya menerima 200 orang dengan protokol kesehatan. Kemudian, pihaknya menawarkan jasa sewa ruang antara lain work from hotel, school from hotel, hingga ruangan untuk isolasi mandiri. [DWI]