Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Menyadari baru seumur jagung, Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia rajin blusukan. Kemarin, Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta menggelar safari politik sekaligus silaturahmi dengan berbagai tokoh dan ormas keagamaan.
Anis bertemu dengan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir di Yogyakarta. Dalam pertemuan di Kantor ‘Suara Muhammadiyah’, Yogyakarta itu, Anis didampingi Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah dan Bendahara Umum Achmad Rilyadi.
Anis mengatakan, Haedar Nashir adalah teman lama di Muhammadiyah yang sudah dikenalnya sejak era 1980- an. Sehingga antara dirinya dengan Haedar Nashir sudah seperti saudara atau kerabat dekatnya.
“Kami berdua sebelumnya sempat bersama dalam organisasi Ikatan Pelajar Muhammadiyah pada era 1980-an,” kata Anis dalam keterangannya, kemarin.
Baca juga : Jokowi Sejalan Dengan NU, MUI Dan Muhammadiyah
Pertemuan ini, kata Anis, merupakan kesempatan yang berharga bagi pimpinan Partai Gelora dan pimpinan Muhammadiyah untuk mendiskusikan arah perjuangan ummat di tengah situasi sosial politik yang terus berubah.
“Sudah saatnya umat Islam mengubah mindset-nya untuk berpikir dan bertindak sebagai mayoritas yang memimpin, bukan mayoritas yang terpinggirkan,” tegas Anis.
Untuk itu, menurut Anis, Partai Gelora dan Muhammadiyah perlu membahas untuk memadukan perjuangan umat dengan memperkuat basis politik dan ekonomi yang sudah dijalankan selama ini.
“Banyak titik temu yang sangat bermanfaat untuk bisa kita kolaborasikan di masa-masa yang akan datang,” ujar Anis.
Baca juga : Anas Tak Puas Cuma Dapat Diskon 6 Tahun
Anis juga memuji Muhammadiyah yang selama ini terbukti menjadi lembaga pelopor dalam pendidikan umat.
Selain itu, kata Anis, Muhammadiyah gigih dan telaten mengembangkan amal usaha, serta mengambil peran untuk mempelopori perjuangan ekonomi ummat.
“Muhammadiyah lembaga yang gigi dan telah lama mempelopori pendidikan umat dan perjuangan ekonomi umat. Ini yang saya kira tidak dimiliki lembaga lain, kita perlu berkolaborasi dengan Muhammadiyah,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Anis juga sempat berdialog dengan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Syafii Ma’arif melalui sambungan telepon, yang disambungkan oleh Haedar Nashir.
Baca juga : Kantornya Jadi Sasaran Anarkis, Menteri ESDM Cek Lokasi
Saat berdialog dengan Syafii Ma’arif, Anis menyampaikan pentingnya seluruh umat berkolaborasi dan memperkuat basis politik dan ekonomi agar menjadi pemimpin di negeri ini. [REN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya