Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Aksi Benny Wenda Menjengkelkan
Golkar Desak Dubes Inggris Klarifikasi
Kamis, 10 Desember 2020 10:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Partai Golkar jengkel dengan aksi Pimpinan United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) Benny Wenda, yang mendeklarasikan diri sebagai Presiden Papua Barat di Inggris, pada Selasa (1/12).
Ketua Dewan Pimpinan Partai (DPP) Golkar, Bobby Adhityo Rizaldi mendukung sikap protes keras pemerintah Indonesia kepada Inggris, karena dianggap melakukan pembiaran terhadap aksi provokatif tersebut.
“Kita wajib protes. Siapapun tidak boleh mengganggu kedaulatan NKRI, termasuk Inggris. Apalagi, Benny telah menjadi warga Inggris, sehingga tidak berhak mewakili rakyat Papua Barat,” kata Anggota Komisi I DPR ini dalam keterangan tertulisnya.
Baca juga : Golkar Desak Disahkan 2022
Politisi berkaca mata ini inginpemerintah memanggil Duta Besar Inggris di Jakarta, Owen Jenkins untuk meminta penjelasannya atas aksi Benny Wenda itu. Hal tersebut, kata dia, demi menunjukkan ketegasan Indonesia terhadap siapapun yang mengganggu kedaulatannya.
Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia (DPP PDIP) Puan Maharani menyebut, aksi Benny Wenda itu hanya mencari perhatian belaka.
“Aksi itu merupakan petualangan politik individual Benny untuk eksistensinya di panggung internasional. Kondisi di dalam negeri baik-baik saja kok,” ujarnya.
Baca juga : Puan: Aksi Benny Wenda Hanya Petualangan Politik Individu
Puteri Presiden Indonesia kelima ini menilai, deklarasi kelompok Benny Wenda itu tidak mendasar. Bahkan tidak didukung masyarakat di Papua. Dia menyarankan, pemerintah disarankan bersikap tegas.
Sejauh ini pemerintah sudah memperhatikan wilayah Indonesia Timur, termasuk Papua dengan pendekatan kesejahteraan maupun kemanusiaan. Misalnya, kebijakan satu harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Papua.
Selain itu, Ketua DPR ini juga meminta pemerintah terus mengkampanyekan keberhasilan pembangunan di Papua. Termasuk, mengabarkan kepada dunia bahwa Papua dalam situasi yang kondusif.
Baca juga : Ketua MPR: Deklarasi Benny Wenda Makar, Pemerintah Harus Bertindak Tegas
Untuk diketahui, posisi Papua Barat sebagai bagian wilayah kedaulatan Indonesia sudah jelas. Dalam The Act of Free Choice yang diterima Sidang Umum PBB dan disahkan denganResolusi Majelis Umum PBB Nomor 2054 pada 19 November 1969 dan hasil Pepera (Penentuan Pendapat Rakyat) di tahun yang sama menyatakan, Papua Barat merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang sah menurut hukum internasional.
Sejauh ini, pemerintah belum merasa perlu mengerahkan pasukan TNI untuk mengatasi kelompok Benny Wenda.
“Makar yang paling ringan pakai gakkum (penegakan hukum) saja, tidak usah pakai tentara,” kata Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Mahfud MD dikutip dari kanal Youtube Karni Ilyas Club. [REN/BSH]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya