Dark/Light Mode

PAN Akan Lebih Kritis Di Luar Pemerintahan

Kamis, 24 Desember 2020 06:28 WIB
Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Drajad Wibowo. (Foto: ANTARA)
Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Drajad Wibowo. (Foto: ANTARA)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Drajad Wibowo mengaku, lebih suka partainya tidak mendapatkan posisi menteri di Kabinet Indonesia Maju. Pilihan itu dianggap baik, untuk kinerja partai dan dampaknya kepada masyarakat.

“Demokrasi yang sehat itu memerlukan checks and balances,”ujarnya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Berita Terkait : Tim Jokowi Pincang

Seperti diketahui, kader-kader PAN kembali tidak dipilih presiden untuk menjadi menteri. Terakhir, wakil PAN di pemerintahan adalah Asman Abnur sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Indonesia (Menpan-RB) periode 2016-2018.

Meski begitu, ekonom senior Institute For Development of Economics and Finance (Indef) ini mengamini, jika sikap resmi PAN ada satu komando di Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan alias Zulhas. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi ihwal nihilnya wakil PAN di pemerintahan.

Baca Juga : Sangat Tepat, Pengangkatan Herindra Sebagai Wamenhan

Pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, PAN menjagokan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebagai calon presiden dan wakilnya. Belakangan, Prabowo dan Sandiaga kini masuk ke kabinet Jokowi-Ma’ruf Amin.

PAN, melalui hasil Musyawarah Nasional (Munas) V di Kendari, Sulawesi Tenggara, Februari 2020 memutuskan, tidak beroposisi ke pemerintah. Melainkan, mitra kritis pemerintah.

Baca Juga : Kisah Pasien Positif Covid Saat Diisolasi

Keputusan ini disebut-sebut jadi alasan pendiri PAN Amien Rais dan pengikutnya yang kini membentuk Partai Ummat.

Menurutnya, pasca reshuffle kabinet merupakan momentum bagi PAN untuk meningkatkan kinerja partai sekaligus memicu semangat para kader di seluruh tingkatan untuk semakin konsisten membela rakyat. [BSH]