Dark/Light Mode

Soal Drone China

Golkar Desak Kemenlu Terbitkan Nota Diplomatik

Senin, 4 Januari 2021 06:41 WIB
Ketua DPP Partai Golkar, Bobby Adhityo Rizaldi. (Foto: Facebook)
Ketua DPP Partai Golkar, Bobby Adhityo Rizaldi. (Foto: Facebook)

RM.id  Rakyat Merdeka - Partai Golkar mendesak Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menyikapi secara serius ditemukannya drone pengintai yang diduga milik China di kedalaman laut Selat Malaka.

“Kasus ini perlu disikapi dengan serius. Pertama, jelas protes keras secara diplomatik kepada China oleh Kemenlu,” kata Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Bobby Adhityo Rizaldi kepada wartawan, kemarin.

Menurutnya, Kemenlu harus tegas menyampaikan nota diplomatik dengan mengirimkan surat protes kepada China, karena ini menyangkut kedaulatan bangsa. “Jangan sampai dianggap loyo,” tegasnya.

Baca Juga : Menangi 57 Persen Pilkada Demokrat Sibuk Evaluasi...

Anggota Komisi I DPR ini menjelaskan, keamanan bawah laut Indonesia menjadi tantangan serius yang wajib diatasi pemerintah.

Sehingga modernisasi peralatan deteksi bawah laut perlu diperkuat. Bobby juga mendesak agar Kementerian Pertahanan bereaksi keras atas kasus ini.

Seperti diketahui, seorang nelayan Indonesia menemukan benda mirip rudal lengkap dengan kamera di dalamnya di Pulau Selayar, Sulawesi Selatan saat malam Natal kemarin.

Baca Juga : Wajib Tes Swab Dan Isolasi Sepekan, Jojo Cs Carter Pesawat Ke Thailand Open

Ahli pertahanan dan keamanan Australian Strategic Policy Institute, Malcolm Davis menduga benda tersebut adalah drone bawah laut yang dikirim China untuk memahami oseanografi dan sifat batimetri bawah laut wilayah tersebut.

Dilansir dari ABC News, Davis mengatakan, insiden itu patut diwaspadai lantaran drone itu ditemukan pada rute maritim utama yang menghubungkan Laut China Selatan dengan Samudera Hindia dekat daratan Australia.

Dia menduga, ini sinyal, Angkatan Laut China bersiap mengerahkan kapal selam lebih dekat ke pesisir pantai utara Australia. [REN]