Dark/Light Mode

Sekjen Partai Gelora Indonesia, Mahfuz Sidik

Betawi Di Antara Arab Dan China: Dari Melting Pot Menjadi Cracking Pot

Jumat, 12 Februari 2021 20:11 WIB
Sekjen Partai Gelora Indonesia, Mahfuz Sidik Betawi Di Antara Arab Dan China: Dari Melting Pot Menjadi Cracking Pot

 Sebelumnya 
Pilpres 2014, tiba-tiba kota Jakarta berubah jadi episentrum politik identitas (yang direkayasa). Lanjut pilkada 2017, untuk memilih Gubernur DKI Jakarta, makin pekat aroma politik identitas dan politik pembelahan.

"Pot Betawi" mulai retak. Arab dan China tiba-tiba berubah menjadi progonis dan antagonis. Orang Betawi "dipaksa memilih".

Tetiba kampung-kampung Betawi terasa lebih banyak malaikatnya, karena disulap jadi kampung jihad. Setiap khutbah Jumat di masjid dekat rumah di kawasan Pela Mampang, penuh dengan seruan jihad politik.

Baca juga : Indonesia Bisa Tiru China Dan Singapura

Mendidihnya darah warga Betawi, ternyata panjang durasinya. Pusing bayar kontrakan dan ojeg pangkalan yang makin tergusur ojol, jadi bensin tambahannya.

Masuklah Pilpres 2019. Isu asing-aseng, islamis-nasionalis, hingga surga-neraka menjadi warna yang makin pekat dalam bincang dan gerak sepanjang proses pemilu yang paling melelahkan.

Keep cracking... Betawi kini bukan lagi pot yang memadukan 3 entitas kultur besar Melayu-Arab-Chna. Warga Betawi tanpa sadar, sedang terus memecah bejana (pot) nya dan mengubahnya sebagai wadah konflik.

Baca juga : Partai Gelora Bidik Perolehan Kursi DPR Terbanyak Dari Kaltim

Ironinya, jika cracking pot ini terus berlangsung, bukan saja perpaduan harmonis Betawi-Arab-China yang terurai dan tercerai, tapi entitas Betawi pun akhirnya akan kehilangan habitat hidupnya.

Apakah saya sedang menyalahkan warga Betawi? Tentu saja tidak, karena saya bagian inheren dari Betawi. Tapi, saya harus mengatakan, bahwa tangan-tangan di luar sana dengan teganya menjadikan "Betawi" sebagai lahan pertarungan kepentingannya masing-masing.

 Mungkin sudah saatnya, warga Betawi untuk serius ngaji politik agar kampungnya tetap terjaga dan warganya menjadi bahagia. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.