Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
RM.id Rakyat Merdeka - Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas kesal namanya dicatut sebagai calon Sekjen Partai Demokrat mendampingi Moeldoko. Dengan tegas, Ibas minta agar tidak mengadu domba dia dengan kakaknya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Hal tersebut dikatakan Ibas di akun Twitternya, @Edhie_Baskoro, kemarin. Ada dua twit yang dikeluarkan Ibas. Pertama, dia menegaskan tentang soliditas Partai Demokrat di bawah kepemimpinan AHY.
Baca juga : Din Membalas Dengan Salam
“Jajaran pengurus Partai Demokrat, Pusat dan Daerah, termasuk saya, kompak dan bersatu untuk hadapi gerakan atas kepemimpinan PD yang sah. Kami juga setia dan mendukung penuh Ketua Umum AHY. Jangan diadu-adu antara saya dengan Mas AHY yang juga kakak saya sendiri,” tegas Ibas.
16 menit kemudian, Ibas ngetwit lagi. Isinya hampir sama. Dia tak mau diadu domba dengan AHY.
Baca juga : Sapa Desa, Gus Menteri Dengar Aspirasi Kepala Desa Di NTT
“Ucapan Terima Kasih atas “GOOD WORDS out there” tapi, Mohon Maaf, tolong jangan adu domba saya ya”, dulu saya pernah bilang, kalau adu domba hanya ada di lapangan domba” Jadi, Jangan di-“spin” isu dan diadu-adu antara saya dengan Mas AHY. Insya Allah PD Solid, Setia & Waspada semua,” sambung Wakil Ketua Umum Partai Demokrat itu.
Sikap tegas Ibas ini menanggapi pernyataan sayap organisasi Partai Demokrat, Kader Muda Demokrat (KMD) yang mengusulkan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko sebagai Ketua Umum dan Ibas sebagai Sekjennya.
Baca juga : Dahua Technology Tawarkan CCTV Dengan Konsep Smart Camera
Organisasi sayap yang dipimpin Aswin Ali Nasution itu menilai, Ibas lebih layak dibanding AHY. Pasalnya, Ibas merupakan kader Demokrat yang dihasilkan dari regenerasi internal partai.
Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra mengatakan, adu domba merupakan bagian dari upaya kudeta terhadap kepengurusan Partai Demokrat. Dia menuding, upaya tersebut tak terlepas dari peran Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya