Dark/Light Mode

Protes Keras Benderanya Dipakai Kampanye 02

NU Lumajang Pikir-pikir Tempuh Langkah Hukum

Sabtu, 6 April 2019 17:26 WIB
Cawapres 02 Sandiaga Uno saat kampanye di Lumajang, Jawa Timur, Kamis (4/4). (Foto: BPN)
Cawapres 02 Sandiaga Uno saat kampanye di Lumajang, Jawa Timur, Kamis (4/4). (Foto: BPN)

 Sebelumnya 
Spontan Dikibarkan

Sementara itu, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, langsung membela cawapres mereka. Juru Bicara BPN, Indra, menyebut bendera NU itu tidak disiapkan Sandi.

Baca juga : Keteteran Cari Dana Kampanye, Sandi Pontang-panting

Indra menduga, ada peserta kampanye yang memberikannya bendera itu. Menghargai para peserta kampanye, Sandi spontan mengibarkannya.

“Di Lumajang, kebetulan mungkin ada yang bawa bendera tertentu jadi ini respons spontan saja. Bahwa ada yang ngasih sesuatu ke Prabowo-Sandi lantas direspon dengan baik. Kan nggak mungkin ditolak,” ujarnya usai menghadiri acara diskusi di d'Consulate Resto & Lounge, Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (6/4).

Baca juga : WNI Di Honolulu Dan Philadelphia Bersatu Menangkan Jokowi-Ma’ruf

Senada, Direktur Hukum dan Advokasi BPN, Sufmi Dasco Ahmad menyebut, Sandi tidak punya niat melecehkan NU. Justru, pengibaran bendera NU itu justru merupakan sebuah penghormatan dari Sandi.

“Itu kan Pak Sandi karena spontanitas menghormati adanya bendera NU di situ. Bendera NU juga tidak terlarang. Sebagai bentuk penghargaan dia ambil kemudian dengan rasa gembira dia kibar-kibarkan. Kan begitu ekspresinya kalau saya lihat,” bebernya.

Baca juga : KPU : Yang Disahkan, Penghitungan Suara Manual Bukan Digital

Menurutnya, salah alamat jika para pengurus NU Lumajang mempersoalkan hal itu ke Sandi. Harusnya, mereka mencari orang yang membawa bendera itu ke lapangan saat kampanye.

“Kalau keberatan, jangan sama Pak Sandi, cari orang yang bawa. Pak Sandi mungkin pikir ‘wah ini orang NU’. Pak Sandi ingin mengapresiasi. Dia ambil (bendera) dan dikibarkan,” tutup Waketum Partai Gerindra itu. [OKT]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.