Dewan Pers

Dark/Light Mode

Soal Reshuffle Kabinet

Pak Jokowi Tak Bisa Didikte

Jumat, 23 April 2021 06:52 WIB
Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Eriko Sotarduga (Foto: Net)
Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Eriko Sotarduga (Foto: Net)

RM.id  Rakyat Merdeka -  

Reshuffle kabinet Jokowi-Ma’ruf Amin hampir pasti dilakukan. Namun kapan waktunya, masih rahasia. Tapi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengusulkan, sebaiknya setelah Hari Raya Idul Fitri

Berita Terkait : Soal Reshuffle Kabinet, Presiden Jokowi Perlu Angkat Bicara

berpendapat sesudah Lebaran saja,” usul Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Eriko Sotarduga di sela-sela diskusi dengan tema: "Membaca Peta Parlemen Pasca reshuffle Kabinet Jilid II" di Gedung DPR, Jakarta, kemarin.

Dia beralasan, ketika bongkar pasang kabinet dilakukan setelah Lebaran, akan lebih menghargai para menteri yang sedang menjalani ibadah puasa. “Supaya tidak membuat hati siapa saja tergores. Kalau habis Lebaran, sudah bermaaf-maafan dan bersilaturahmi. Lebih enak dilihatnya,” ujarnya.

Berita Terkait : Istana Pastikan Reshuffle Kabinet Tidak Dilakukan Besok

Namun, sekali lagi, kata Eriko, itu hanya usulan. Semua tergantung pada Presiden Joko Widodo yang memiliki hak prerogatif mengganti para pembantunya.

Mengenai siapa figur yang akan dipilih atau diganti, dia menyerahkan semua kepada Jokowi. Menurutnya, Jokowi pasti sudah mengetahui, siapa tokoh yang layak mendapatkan kursi menteri dan siapa saja menteri yang kinerjanya buruk. “Kita jangan mendikotomikan orang politik atau dari luar partai politik. Itu tidak profesional,” tukasnya.

Berita Terkait : Reshuffle Kabinet, The Jokowi Center Elus Menantu Wapres

Ditegaskan, PDIP pantang cawe-cawe dan lebih berhatihati dalam urusan reshuffle kali ini. Yang terpenting saat ini adalah, bagaimana pemerintahan Jokowi bisa berjalan dengan baik dan menjalankan aspirasi rakyat. Sebab, tingkat elektabilitas Jokowi beriringan dengan PDIP.

Jika elektabilitas Jokowi menurun, elektabilitas PDIP juga ikut turun. Untuk itu, menuju 2024, PDIP sangat bergantung pada apa yang dikerjakan Jokowi. “Itulah kenapa kita cuek, tidak bereaksi untuk berkeinginan di pemerintahan. Bagi kita, hasilnya baik bagi masyarkat,” tandasnya. [REN]