Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Kalau ngikutin omongannya Ali Mochtar Ngabalin, reshuffle kabinet yang bikin degdegan para itu harusnya dilakukan minggu ini. Kebetulan, di minggu ini ada Rabu Pahing. Apakah Presiden Jokowi akan memilih tanggal keramat itu? Kita lihat saja.
Presiden Jokowi memang sangat identik dengan Rabu. Banyak kegiatan penting dilakukan di hari Rabu. Untuk urusan reshuffle kabinet, sejak periode pertama memerintah, Jokowi sudah melakukan lima kali reshuffle. Semuanya dilakukan Rabu. Kalau tidak Rabu Pon, ya Rabu Pahing.
Di periode pertama, Jokowi melakukan empat kali reshuffle. Jilid I dilakukan Rabu Pon, 12 Agustus 2015. Jilid II juga hari Rabu Pon, 27 Juli 2016. Sedangkan Jilid III dilakukan Rabu Pahing, 17 Januari 2018. Jilid IV juga Rabu Pahing, 15 Agustus 2018.
Baca juga : Reshuffle Kabinet, Syarief Hasan: Tugas Jokowi Sangat Berat
Di periode kedua ini, Jokowi sudah melakukan sekali reshuffle. Jilid I, reshuffle diumumkan Selasa, 22 Desember 2020. Namun, pelantikannya dilakukan Rabu Pon, 23 Desember 2020.
Apakah reshuffle jilid II nanti dilakukan Rabu juga? “Mungkin saja Rabu Pahing atau Kliwon pekan depan," ujar Wakil Ketua Umum DPP PKB Jazilul Fawaid.
Di April ini, tinggal tersisa dua Rabu lagi. Yaitu Rabu Pahing pada tanggal 21 dan Rabu Kliwon pada 28.
Baca juga : Fadjroel Itu Nggak Seberani Ngabalin
Lalu, Jokowi pilih mana? Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin menyebut, Jokowi tidak mempertimbangkan Rabu atau bukan Rabu. Dalam reshuffle ini, ada dua pertimbangan lain yang digunakan Jokowi.
"Pertama, soal penataan kelembagaan setelah nomenklaturnya berubah. Termasuk Kementerian Investasi sedang penyempurnaan penataan kelembagaan. Kedua, penjadwalan waktu Bapak Presiden sedang diatur oleh Bapak Mensesneg," ucap Ngabalin, kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.
Pengamat politik Yunarto Wijaya juga yakin, pertimbangannya bukan karena Rabu Pahing atau Rabu Pon. Bukan juga dua alasan yang disampaikan Ngabalin. Dia melihat, masih diulurnya waktu pengumuman reshuffle lebih karena negosiasi politik di dalam.
Baca juga : Reshuffle Kabinet Dan Kicauan Survei (2)
"Emang belum selesai juga kali proses pemilihan nama-nama dan negosiasi politiknya," ucap Toto, sapaan akrab Yunato, lewat obrolan WhatsApp dengan Rakyat Merdeka, tadi malam.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya