Dark/Light Mode

Kalau Tetap Mau Nyapres

Ganjar Bisa Berlaga Di Konvensi NasDem

Jumat, 28 Mei 2021 07:35 WIB
Politisi Partai NasDem, Taufiqulhadi. (Foto: ANTARA)
Politisi Partai NasDem, Taufiqulhadi. (Foto: ANTARA)

RM.id  Rakyat Merdeka - Peluang Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mencalonkan diri sebagai presiden di Pemilu 2024 dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) nyaris tertutup. Hal ini, jika Ketua DPR, Puan Maharani juga mau ikut berlaga. Padahal, elektabilitasnya di setiap survei paling tinggi di kalangan kader Banteng lainnya.

Tapi kalau Ganjar tetap mau maju, dia bisa maju dari partai lain. Misalnya, Partai Nasional Demokrat (NasDem) yang akan menggelar Konvensi Capres pada 2022. “Kalau untuk pencapresan kita ada mekanisme konvensi. Kalau Ganjar mau ikut silakan,” ujar politisi Partai NasDem, Taufiqulhadi kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Dijelaskan, dalam aturan konvensi, Partai NasDem tidak boleh membeda-bedakan seseorang yang ingin ikut. Apakah kader Partai NasDem atau kader dari partai lain. “Konvensi itu bukan persoalan nampung atau tidak nampung seorang kader partai lain. Tapi, sebagai partai, tentu mempunyai aturan dan mekanisme yang harus ditaati semua pihak,” paparnya.

Berita Terkait : Ganjar Lempar Bola Ke Mega

Namun, jika menyangkut urusan internal PDIP dengan Ganjar, Partai NasDem enggan ikut campur. “Itu urusan rumah tangga PDIP sendiri. NasDem tentu menghormati aturan di PDIP,” katanya.

Seperti diketahui, Ganjar dinilai terlalu ambisi maju di ajang Pilpres 2024, sehingga meninggalkan norma kepartaian internal PDIP. Puncaknya, pada acara pengarahan Pilpres 2024 oleh Ketua DPP PDIP, Puan Maharani di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (22/05) lalu, Ganjar tidak undang.

“Tidak diundang! (Ganjar Pranowo) wis kemajon (kelewatan), yen kowe pinter, ojo keminter,” tegas Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Bidang Pemenangan Pemilu, Bambang Wuryanto melalui keterangan tertulisnya, belum lama ini.

Berita Terkait : Pilihan Untuk Ganjar: Sabar Atau Minggat

Terkait elektabilitas Ganjar, Bambang juga menyentil Ganjar. Menurutnya, elektabilitas Ganjar hanyalah wacana udara. Elektabilitas Ganjar melesat karena efek pemberitaan.

Sementara politisi PDIP, Hendrawan Supratikno mengatakan, tidak diundangnya Ganjar di acara pengarahan kader yang dipimpin Ketua DPP PDIP, Puan Maharani itu, demi kebaikan partai. “Demi kepentingan partai yang lebih besar. Demi membangun ruang-ruang introspeksi dan pengendalian diri,” ujarnya, kepada Rakyat Merdeka, belum lama ini.

Hendrawan menegaskan aturan main politik di PDIP. Intinya, semua kendali dan strategi politik harus lebih dahulu ditentukan oleh Ketua Umum PDIP. “Dalam konteks kepartaian, semua harus tegak lurus menunggu peluit dibunyikan Ketua Umum,” tegasnya.

Berita Terkait : Pengamat: Karier Politik Ganjar Di PDIP Sudah Di Ujung Tanduk

Terkait hal ini, Ganjar enggan menanggapi polemik dirinya yang tidak diundang DPP PDIP maupun DPD PDIP Jawa Tengah. Dia hanya bilang, sebagai seorang Jawa, siap hadir jika diundang. “Heleh, koyok ngono ditakonke, aku ki wong Jawa kok yo (Alaaah, yang begitu kok ditanyakan. Saya ini orang Jawa kok),” kata dia di Semarang, kemarin. [REN/BSH]