Dark/Light Mode

Lolos Ke Parlemen, Ade Puspita Sari Dinilai Tepat Pimpin Golkar Kota Bekasi

Sabtu, 5 Juni 2021 21:39 WIB
Anggota DPRD Jawa Barat dari Partai Golkar Ade Puspita Sari. (Foto: Ist)
Anggota DPRD Jawa Barat dari Partai Golkar Ade Puspita Sari. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Bekasi, sejumlah nama mulai mencuat sebagai kandidat calon ketua.

Berdasarkan informasi yang berkembang, setidaknya ada empat kader Golkar yang akan bertarung dalam Musda mendatang yakni, Ade Puspita Sari, TB Hendra, Heri Budisusetyo, dan Nofel Saleh Hilabi.

Dari empat nama yang muncul itu, sosok Ade Puspita Sari dinilai cukup populer ketimbang tiga kader Golkar lainnya yang akan memperebutkan posisi orang nomor satu di partai berlambang pohon beringin di Kota Bekasi itu.

Berita Terkait : Soksi Independen, Sama Aja Lari Dari Sejarah Partai Golkar

Soalnya, Ade merupakan sosok generasi milenial dan telah terbukti mendapat simpati publik yaitu sebagai wakil rakyat di DPRD provinsi Jawa Barat. Sementara calon kandidat yang lain, gagal lolos ke parlemen.

Dukungan dari sejumlah elit di DPP terhadap Ade Puspita Sari untuk maju pada gelaran Musda Golkar Kota Bekasi itu pun terus mengalir.

"Logika politik para elit Golkar tentunya realistis. Karena Ade merupakan sosok generasi milenial yang berhasil mendapat suara 60 ribu lebih saat Pileg 2019 lalu, dan ini sebuah prestasi yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Karena capaian suara Ade melampaui suara anggota DPR RI dari Golkar di Dapil yang sama," ujar pemerhati politik dari Universitas Negeri Jember Dr Puji Wahono, Sabtu (5/6).

Berita Terkait : Jelang Akhir Pekan, Rupiah Malah Loyo

Menurut Puji, tolak ukur penilaian ketokohan sosok generasi milenial salah satunya adalah teruji dalam kontestasi politik. Selain itu, dari aspek akademiknya dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

"Misal, dari aspek legalitas pendidikan formilnya. Selain itu saat Pileg bisa lolos ke parlemen dan meraih suara signifikan. Nah, kalau dilihat dari sederet calon kandidat ketua DPD Golkar Kota Bekasi, hanya Ade Puspita yang dinilai mampu bersaing dengan kandidat lain," kata direktur eksekutif Akbar Institute ini.

Kendati demikian, lanjut Puji, dalam memperebutkan ketua partai di daerah, tentunya yang berhak menentukan siapa yang berhak menjadi Ketua DPD adalah pemilik suara, yakni para PK.

Baca Juga : Tebalkan Satgas Covid Di Blora, Panglima TNI-Kapolri Ingatkan Waspada Lonjakan Corona

Puji mengingatkan, Musda Golkar bukan pertarungan politik yang sebenarnya. Sebab, hak suara masih ditentukan oleh kader itu sendiri. Sementara saat Pileg 2024 mendatang merupakan ajang pertempuran partai yang memperebutkan jumlah kursi di parlemen.

Dari pertarungan terbuka itu, kata Puji, Ade dinilai telah melampaui fase sebagai politisi. Hal itu dibuktikan dengan melenggangnya Ade ke DPRD Jabar, mewakili masyarakat Kota Bekasi dan Kota Depok. Sementara calon kandidat yang lain belum terlihat prestasinya. Padahal, Ketua DPD terpilih nanti diharapkan dapat membawa partainya lebih baik.

"Jadi saya sarankan agar para pendukung calon kandidat dapat menahan diri. Masyarakat Kota Bekasi tentu sudah tahu mana sosok yang dinilai tepat untuk memimpin Golkar Kota Bekasi mendatang. Tentunya sosok yang mengerti betul kultur politik di Bekasi," tandasnya. [EDY]