Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Fadli Zon: Jangan Salah Paham Soal Alpahankam, Kita Memang Butuh Terobosan
Senin, 7 Juni 2021 17:30 WIB
Sebelumnya
Dalam pelaksanaan, kata Fadli, program MEF tidak berjalan mulus seperti yang direncanakan.
Berdasarkan data Kementerian Pertahanan hingga Oktober 2020 (alias memasuki MEF III), TNI AD baru memiliki 77 persen kekuatan pokok minimal. Sedangkan TNI AL sebesar 67,57 persen, dan TNI AU 45,19 persen.
"Jadi, kalkulasi kasarnya, dengan model penganggaran yang berlaku selama ini, MEF kemungkinan tidak akan bisa mencapai 100 persen pada 2024. Karena itu, dibutuhkan jalan baru dan juga rencana baru," jelas Fadli.
Menurutnya, rencana Kementerian Pertahanan dengan menyatukan alokasi anggaran pertahanan 25 tahun untuk memenuhi peralatan perang, merupakan terobosan.
Baca juga : Saudi Bantah Kalah, Houthi Yaman Tantang Bertukar Jenazah Korban
Selain itu, dapat menjadi jawaban untuk mempercepat modernisasi peralatan perang TNI.
Dalam kesempatan itu, dia menyebut terdapat tiga pertimbangan untuk mendukung rencana Kementerian Pertahanan.
Pertama, terobosan ini akan menjawab percepatan modernisasi peralatan perang.
"Kondisi alpahankam kita memang sudah tidak memadai, baik dari sisi jumlah, maupun segi usia. Sekitar 70 persen alpahankam kita umurnya sudah uzur," papar Fadli.
Baca juga : Petahana Curhat, Kerap Diserang Lewat Medsos
Ia menyebut, salah satu faktor pemicu tragedi tenggelamnya KRI Nanggala-402 adalah usia yang sudah tua. "Selama ini, anggaran TNI banyak tersedot untuk pemeliharaan alpahankam yang sudah tak layak pakai," ucapnya.
Kedua, dari sisi anggaran, upaya modernisasi dengan menyatukan alokasi anggaran pertahanan 25 tahun, dapat meningkatkan kapasitas pengadaan alpahankam secara lebih komprehensif.
"Selain akan segera meningkatkan posisi tawar Indonesia, cara ini juga saya kira lebih efisien, dibanding jika pengadaannya dilakukan secara terpisah dan parsial," katanya.
Bila diukur dari Produk Domestik Bruto (PDB) 2020 sebesar Rp15.434,2 triliun, maka anggaran yang dialokasikan pemerintah untuk alutsista selama 25 tahun itu sebenarnya hanya pada kisaran 0,6-0,7 persen setiap tahun.
Baca juga : Jangan Ganggu, Mahfud Sedang Memburu Teroris
Padahal, apabila merujuk pada dokumen MEF, idealnya sejak MEF II (2014-2019), alokasi anggaran pertahanan Indonesia sudah ke arah 1,5 persen dari terhadap PDB.
"Jadi, jangan semata-mata melihat gelondongan Rp 1.760 triliun-nya. Kita juga harus melihat persentasenya terhadap PDB kita 25 tahun ke depan," katanya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya