Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Usai Cek Langsung IT KPU
Mahfud MD: Tidak Ada Kecurangan Pemilu Terstruktur dan Sistematis
RM.id Rakyat Merdeka - Mahfud MD membantah terjadi kecurangan yang terstruktur, sistematis dan masif dalam Pemilu 2019. Dia memastikan kesalahan entry data oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai human error.
Rabu (25/4), eks Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini bersama sejumlah tokoh mendatangi kantor KPU di Jalan Imam Bonjol, Jakarta. Selain ingin memberikan dukungan moriil, Mahfud cs ingin mengecek langsung IT KPU dalam melakukan Situng suara melalui scan form C1.
“KPU disebut curang. Ini kami terganggu dan ingin cek apa yang terjadi,” kata Mahfud. Sesudah melihat proses Situng KPU, Mahfud pun mendapatkan fakta yang sebenarnya terjadi.
Baca juga : Kekerasan Yang Dialami VK Tak Ada Hubungannya Dengan Pemilu 2019 di Osaka
Hingga Rabu (25/4) sore, kata Mahfud, TPS yang sudah dientry datanya sudah mencapai 241.366 TPS dengan kesalahan 101.
“Kesalahan entry itu 101. Yang 101 itu, 24 di antaranya laporan masyarakat yang selebihnya ditemukan oleh KPU sendiri, dikoreksi sendiri, karena masyarakat tak tahu,” jelas Mahfud.
Kesalahan entry data pada 101 TPS, tentu tidak mendasar bila kemudian KPU disebut melakukan kecurangan yang terstruktur.
Baca juga : Gudang Senjata Ngaku Kekurangan Peluru
Apalagi jika dibandingkan dengan jumlah TPS secara keseluruhan, Mahfud menilai jumlah itu masih sedikit.
“Dari situ, kekeliruan itu berarti hanya ada 0,0004 persen. Berarti ada 1 dari 2.500 TPS. Dari 2.500 TPS itu, hanya 1 (yang keliru). Dari situ menjadi sangat nggak mungkin kalau ada rekayasa terstruktur. Kalau memang terstruktur, artinya berpersen-persen, ini cuma 1 per 2.500, nggak mungkin ada kesengajaan,” tegas Mahfud.
Dia pun membantah kesalahan input data itu hanya merugikan salah satu paslon, tapi kedua-duanya. Misalnya suara Paslon 01 yang harusnya 888 ditulis 8. Begitu pun untuk Paslon 02, terjadi juga kesalahan input data.
Baca juga : Terus Bertambah, 2 Petugas Pemilu di NTT Meninggal
“Dua paslon sama-sama mendapat keuntungan dan kerugian dari beberapa kesalahan entry itu, jadi tak mungkin itu terstruktur,” ujarnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.