Dark/Light Mode

Partai Garuda Protes Pajak Sembako

Jumat, 11 Juni 2021 23:31 WIB
Kios sembako di sebuah pasar tradisional. (Foto: Ist)
Kios sembako di sebuah pasar tradisional. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Infokom DPP Partai Garuda Reynaldi Sarijowan protes atas rumor pemerintah hendak mengenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terhadap barang kebutuhan pokok alias sembako.

"Pemerintah diharapkan menghentikan upaya menjadikan bahan pokok sebagai objek pajak," ujar Reynaldi, kepada RM.id, Jumat (11/6).

Berita Terkait : Politisi PDIP Kesal, Mobil Dibebasin Pajaknya, Sembako Malah Dipajakin

Reynaldi menjelaskan, kenaikan pajak sembako ini sangat berdampak kepada masyarakat. Konon, PPN juga akan dikenakan kepada barang hasil pertambangan atau pengeboran yang diambil langsung dari sumbernya.

Kebijakan itu akan tertuang dalam perluasan objek PPN yang diatur dalam revisi Undang-Undang Nomor 6 tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP).

Berita Terkait : Tolak Pajak Sembako, IKAPPI: Stabilkan Harga Pangan

Sekjen Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) ini menegaskan, pemerintah harus mempertimbangkan banyak hal sebelum menelurkan kebijakan. Apalagi, kebijakan tersebut digulirkan pada masa pandemi dan situasi perekonomian saat ini yang sedang sulit.

Reynaldi mencatat, lebih dari 50 persen omzet pedagang pasar menurun. Di samping itu, pemerintah belum mampu melakukan stabilitas bahan pangan di beberapa bulan belakangan ini.

Berita Terkait : Gus AMI Minta Pemerintah Tinjau Ulang Wacana Pajak Sembako

Terlebih, belakangan ini harga sembako di pasaran belum stabil. "Harga cabai bulan lalu hingga Rp 100 ribu, harga daging sapi belum stabil mau di bebanin PPN lagi? Kami kesulitan jual karena ekonomi menurun, dan daya beli masyarakat rendah. Mau ditambah PPN lagi, gimana tidak gulung tikar," tegasnya. [BSH]