Dark/Light Mode

Protes Lomba Hormat Bendera

Hidayat Sentil BPIP

Senin, 16 Agustus 2021 07:13 WIB
Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid. (Foto: Dok. MPR RI)
Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid. (Foto: Dok. MPR RI)

 Sebelumnya 
Menurutnya, nasionalisme para santri itu sudah tuntas. Dua ormas Islam besar di Indonesia seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah sejak dulu menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya hingga melakukan pengibaran bendera Merah Putih.

Seandainya ada kelompok Islam yang masih belum melaksanakan, Hidayat mengatakan, itulah yang menjadi salah satu tugas khusus BPIP. Tentu dengan cara baik-baik. Mulai dari mendatangi, memberikan pencerahan dan semangat permusyawaratan menjaga persatuan.

Baca juga : BPIP Kena Semprot Lagi

Deklarator Partai Keadilan (PK) ini menceritakan tentang latar belakang peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober, bukan 1 Muharram yang diperingati sebagai Tahun Baru Islam.

Hari Santri, untuk menghormati santri dan ulama yang mempertahankan kemerdekaan. Tepatnya, ketika KH Hasyim Asyari pada 22 Oktober 1945 mengobarkan fatwa dan resolusi jihad melawan Belanda yang terus merongrong kemerdekaan. Fatwa dan Resolusi Jihad itu didukung oleh Kongres Umat Islam I di Yogyakarta 7-8 November 1945. Belanda pun kalah.

Baca juga : Perlu Tahu, Ini Beda Tiap Level PPKM

Anggota Komisi VIII DPR ini juga mengingatkan, dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren menyebutkan, tidak ada pertentangan santri dan ulama dengan semangat kebinekaan dan ke-Indonesiaan.

Dalam Undang-Undang Pesantren Pasal 10 ayat (4) misalnya disebutkan, santri dididik untuk menanamkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, menyemaikan akhlak mulia, memegang teguh toleransi, keseimbangan, moderat, rendah hati, dan cinta Tanah Air berdasarkan ajaran Islam, nilai luhur bangsa Indonesia, serta berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Baca juga : Prancis 1-0 Jerman, Blunder Hummels Bikin Sakit Hati

Sementara, Staf Khusus Dewan Pengarah BPIP Romo Antonius Benny Susetyo menepis asumsi tersebut. Terkait lomba menulis hormat bendera dan bernyanyi lagu kebangsaan, menurutnya, tidak ada maksud menyinggung Islam dan nasionalisme. [BSH]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.