Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Mesra Dengan Ganjar, Jalan Pagi Dengan Imin
Airlangga Bisa Capres, Bisa Cawapres
Minggu, 26 September 2021 07:30 WIB
Sebelumnya
“Nggak bisa hanya satu pertemuan, lantas kita langsung mengambil kesimpulan,” ucapnya.
Tapi yang jelas, Wakil Ketua MPR ini menjelaskan, namanya jalan-jalan ya harus seimbang, seiring dan satu tujuan. “Dicocokkan saja kalau jalan dipandang orang seimbang seiring setujuan gak,” ujarnya.
Baca juga : Airlangga Blusukan Di Sawah Bareng Petani
Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komaruddin menilai, pertemuan kedua bos Parpol ini tak bisa dilepaskan dari isu Pilpres 2024. Tentu saja, untuk menuju ke arah sana, perlu dibangun komunikasi yang intens. Komunikasi itu, tak bisa dilakukan dalam satu atau dua hari saja.
“Soal apakah nantinya antara Golkar dan PKB berkoalisi atau tidak, itu soal lain. Yang penting, saling mendekati satu sama lain, saling mencari kecocokan, agar komunikasi ke depannya enak dan mudah,” kata Ujang, saat dihubungi, kemarin.
Baca juga : PPKM Diperpanjang Lagi, Airlangga: Tetap Waspada Meski Kasus Turun
Ujang menilai, pertemuan ini harus jadi perhatian parpol lain. Karena Airlangga dan Cak Imin bisa menjadi kuda hitam di Pilpres 2024. Airlangga bisa jadi capres atau cawapres. Begitu juga sebaliknya. Namun kuncinya, ketua umum kedua partai itu memiliki elektabilitas yang tinggi.
Pengamat Politik dari Universitas Padjajaran, Kunto Adi Wibowo menilai, secara politik, manuver Airlangga belakangan ini, termasuk dengan Cak Imin, tak bisa lepas dari unsur politik. Meskipun keduanya membantah, mustahil dalam pertemuan itu tidak ada pembahasan soal Pemilu 2024.
Baca juga : Fokus Tangani Covid, Ganjar Ogah Pasang Baliho Capres
Hanya yang jadi pertanyaan, bagaimana peluang keduanya bila benar berpasangan di Pilpres 2024. Kunto tidak menampik, Golkar dan PKB merupakan parpol besar yang punya basis pemilih yang jelas. Masalahnya, pemilih partai politik dan pemilih pasangan calon presiden di Pilpres berbeda.
“Kita sekarang dapat hasil Pilkada maupun Pilpres yang berbeda antara pilihan parpol atau pilihan tokoh yang jadi gubernur atau bupati atau presiden,” pungkasnya. [BCG]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya