Dark/Light Mode

Jangan Sampai Kena, Ini Risiko Berat Ibu Hamil Bila Terinfeksi Covid-19

Sabtu, 31 Juli 2021 09:44 WIB
Ilustrasi pemeriksaan kesehatan pada ibu hamil (Foto: Net)
Ilustrasi pemeriksaan kesehatan pada ibu hamil (Foto: Net)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ibu hamil adalah kelompok yang berisiko mengalami gejala berat bila terinfeksi Covid. Sehingga memiliki peluang lebih tinggi untuk dirawat di rumah sakit, bahkan meninggal dunia.

Kandidat PhD dari Kobe University Jepang, dr. Adam Prabata menjelaskan, ada 3 risiko berat yang mengintai ibu hamil yang terinfeksi Covid.

Pertama, risiko dirawat di ruang ICU hingga 1,62 - 5,04 kali lebih tinggi. Kedua, risiko menggunakan ventilator naik 1,88-2,9 kali lebih tinggi. Ketiga, risiko kematian naik 1,7-2,33 kali lebih tinggi.

Ibu hamil yang terinfeksi Covid tanpa gejala pun, tak lepas dari ancaman.

Berita Terkait : Cegah Komplikasi Berat Dan Persalinan Prematur, Ibu Hamil Di AS Diminta Segera Vaksin

Seperti meningkatnya masalah dalam kehamilan hingga 1,24 kali lebih tinggi, dan risiko pre eklampsia hingga 1,63 kali lebih tinggi. Bahkan, bayi yang baru lahir juga bisa terinfeksi Covid (Villar, 2021).

Tak cukup sampai di situ, bahaya Covid pada ibu hamil juga bisa mengintai hingga ke proses persalinan.

Angka persalinan prematur dilaporkan meningkat 1,59 - 3,01 kali lebih tinggi. Risiko bayi dirawat di unit khusus bayi, juga menanjak 3,13 lebih tinggi.

Selain itu, risiko masalah pada bayi juga meningkat 2,14 - 2,66 lebih tinggi.

Berita Terkait : Gan Konsulindo Bantu Warga Terdampak Covid-19

"Situasi akan lebih berat pada ibu hamil yang memiliki komorbid seperti hipertensi kronis, diabetes, dan pre eklampsia," jelas dr. Adam via laman Instagramnya.

Dalam konteks ini, risiko masuk ICU pada ibu hamil yang memiliki komorbid, dilaporkan meningkat hingga 4,21 kali lebih tinggi. Sedangkan risiko penggunaan ventilator, naik sampai 4,48 kali lebih tinggi.

Adam menambahkan, ibu hamil juga bisa langsung menularkan Covid-19 ke bayi yang dikandungnya.

Peluang terjadinya penularan tersebut, mencapai angka 3,2 persen. Sebanyak 7,7 persen plasenta terbukti positif Covid-19 saat diperiksa.

Berita Terkait : Jerman Izinkan Wisman Masuk Asal Mau Divaksin Dan Tes Covid-19

"Sudah ada laporan kasus, yang membuktikan adanya penularan Covid-19 melalui plasenta," cetus Adam.
 Selanjutnya