Dewan Pers

Dark/Light Mode

Paripurna Usul Interpelasi Ke Anies Digelar Hari Ini

Gerindra Dan PKS Panas

Selasa, 28 September 2021 07:05 WIB
Ketua DPRD DKI, Prasetyo Edi Marsudi. (Foto: Twitter @PrasetyoEdi_)
Ketua DPRD DKI, Prasetyo Edi Marsudi. (Foto: Twitter @PrasetyoEdi_)

 Sebelumnya 
Menurunya, masih banyak persoalan yang lebih urgent dan mesti dibahas terlebih dahulu di legislatif. Di antaranya, revisi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Covid-19. Lalu, pembahasan mengenai Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan aturan mengenai kawasan tanpa asap rokok di Ibu Kota.

“Saya hanya bertanya, mengapa cepat banget? Hal lain masih banyak, lebih mendesak, kok enggak dibahas,” jelasnya.

Berita Terkait : DPR Berikan Apresiasi Kepada Pemerintah Papua Dan Papua Barat

Syarif menuding, proses penjadwalan rapat paripurna itu hanya akal-akalan Bamus. “Undangan rapat Bamus agendanya tidak tercantum tentang interpelasi. Itu kan jadi akal-akalan,” tandasnya.

Senada, Wakil Ketua DPRD DKI Fraksi PKS, Abdurrahman Suhaimi menilai, penetapan jadwal rapat paripurna usulan hak interpelasi tidak sesuai prosedur. Sebab, proses penjadwalannya disisipkan diam-diam dalam rapat Bamus dan tidak diagendakan secara tegas.

Berita Terkait : KPK Usut Aliran Duit Korupsi Pembangunan Gereja King Mile Papua

“Kan surat undangan di Bamus, pimpinan sebagai wakil kolektif kolegial itu selalu paraf. Ketika diparaf, kita melihat agendanya. Itu nggak ada agenda interpelasi di Bamus itu,” jelasnya.

Semesatinya, jelas Suhaimi, pembahasan jadwal rapat paripurna mengenai usulan hak interpelasi tentang Formula E dijadwalkan di agenda lain, bukan disisipkan dalam rapat Bamus. “Apa salahnya kita bikin undangan baru lalu diedarkan dulu, di situ kita temukan sikap politiknya,” tandasnya. [SSL]